Akhir Tahun, Seluruh Desa di Jabar Miliki BUMDes

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan sekitar 5.000 desa di Jawa Barat sudah mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada akhir 2019 ini.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  10:37 WIB
Akhir Tahun, Seluruh Desa di Jabar Miliki BUMDes
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com,BANDUNG--Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan sekitar 5.000 desa di Jawa Barat sudah mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada akhir 2019 ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPM-Desa) Dedi Supandi mengatakan sejauh ini sekitar 47% desa di Jabar tidak memiliki sistem keuangan yang baik. Situasi tersebut membuat roda ekonomi desa berputar lamban. 

“Tahun ini kita berharap seluruh desa itu mempunyai BUMDes. Setelah terbentuk, akan ada bantuan modal, akses pemasaran, dan temu bisnis. Target ke depan adalah menaikkan Indeks Klasifikasi BUMDes,” katanya di Bandung, Kamis (22/8) malam.

Menurutnya target ini bagian dari upaya Pemprov Jabar mengakselerasi pembangunan desa. Selain infrastruktur dan pembenahan sistem keuangan desa pihaknya sudah meluncurkan program One Village One Company (OVOC) pada 20 Desember 2018. 

“Akar permasalahan ketimpangan pedesaan dan perkotaan bukan kemiskinan. Akar permasalahannya itu adalah warga desa dijauhkan dari potensi desanya sendiri. Berangkat dari situ, OVOC diluncurkan agar potensi desa dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan,” tuturnya.

Dia mencatat belum genap satu tahun OVOC diluncurkan, berdasarkan data DPM-Desa, sudah ada 596 BUMDes yang aktif kembali kemudian 272 BUMDes baru terbentuk, dan 746 BUMDes akan dibentuk pada 2019 oleh Patriot Desa. "Kehadiran BUMDes tidak hanya membuat roda ekonomi desa berputar semakin cepat, tetapi juga potensi desa dapat dikelola dengan sebaik-baiknya," paparnya.

Dedi menunjuk keberhasilan OVOC dapat pula dilihat dari grafik menanjak Indeks Desa Membangun (IDM). Pada 2019, ada 98 desa berstatus mandiri. Jumlah tersebut meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 37 desa dengan status mandiri. "Kemudian, 732 desa naik kelas –dari status berkembang menjadi maju," katanya. 

Menurut Dedi, deretan angka-angkat tersebut membuktikan, program desa termasuk OVOC berputar di atas kepentingan masyarakat. Maka itu, pihaknya menargetkan dalam empat tahun ke depan, produk-produk yang dihasilkan OVOC tidak hanya menyentuh pasar nasional, tetapi juga internasional.  

“Target kita itu sudah berpikir pemasaran BUMDes itu sampai internasional. Sehingga, di desa itu benar-benar menjadi sentral keuangan (center of budgeting),” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top