Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

MUDIK LEBARAN 2024: Bakal Ada Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Puncak

Polda Jawa Barat bakal menerapkan kebijakan ganjil genap sebagai rekayasa arus lalu lintas di jalur puncak Bogor saat arus balik dan libur lebaran 2024.
Kepadatan lalu lintas di Megamendung arah Puncak, Jawa Barat.
Kepadatan lalu lintas di Megamendung arah Puncak, Jawa Barat.

Bisnis.com, BANDUNG--Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat bakal menerapkan kebijakan ganjil genap sebagai rekayasa arus lalu lintas di jalur puncak Bogor saat arus balik dan libur lebaran 2024.

Wadirlantas Polda Jawa Barat AKBP Edwin Affandi mengatakan, jalur puncak Bogor setelah hari raya Idulfitri biasanya menjadi titik yang harus dijadikan perhatian. Sebab akan banyak wisatawan datang untuk berlibur.

"Setiap harinya pascalebaran nanti akan ada peningkatan arus lalu lintas wisata menuju kawasan puncak, maka akan diberlakukan genap ganjil di kawasan puncak," katanya dikutip Senin (1/4/2024).

Polda Jawa Bara pun akan menerapkan rekayasa lalu lintas lainnya agar penumpukan kendaraan di jalur puncak tidak terjadi seperti setelah lebaran di tahun-tahun lalu.

"Jalur puncak akan diberlakukan rekayasa genap ganjil pada saat arus lalu lintas dalam kondisi padat tentunya. Dan ini harus ada pembatasan arus lalu lintas yang akan masuk ke wilayah puncak," jelasnya.

Menurutnya, Ditlantas Polda Jawa Barat akan turut menerapkan rekayasa lalu lintas, satu arah ke arah puncak di pagi hari, dan one way di sore hari. Menurutnya, dengan adanya rekayasa itu akan mengurangi adanya penumpukan kendaraan.

"Namun apabila situasi kawasan puncak dalam kondisi misalnya urgensi ataupun dalam kondisi bencana dan sebagainya, maka penanganan arus lalu lintas di kawasan puncak akan berbeda dengan penanganan arus lalu lintas di hari libur biasa," jelasnya.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengatakan persiapan arus mudik dan balik lebaran 2024 terus dimatangkan dengan berkoordinasi bersama pihak kepolisian, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait lainnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper