Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nurhalimah Heran Ada Pipa Air Bertekanan Tinggi dari Jatiluhur di Lahannya. Kok Bisa?

Hal tersebut berkaitan dengan fasilitas penyediaan air baku dari Jasa Tirta II Jatiluhur
Nurhalimah (kiri) saat memperlihatkan bukti kepemilikan lahannya yang digunakan untuk saluran pipa air PJT II.
Nurhalimah (kiri) saat memperlihatkan bukti kepemilikan lahannya yang digunakan untuk saluran pipa air PJT II.

Bisnis.com, PURWAKARTA—Aktivitas bisnis perusahaan Jasa Tirta II Jatiluhur, menuai problem ditengah masyarakat.

Salah satunya, seperti yang dirasakan Nurhalimah (34) warga di Kampung Conggeang, Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta.

Hal tersebut berkaitan dengan fasilitas penyediaan air baku dari Jasa Tirta II untuk kebutuhan salah satu perusahaan di Kabupaten Karawang.

Warga tersebut, mengaku dirugikan karena pipa untuk menyuplai air baku dari Jatiluhur menuju perusahaan tersebut berada di lahan miliknya. 

Sehingga lahan seluas 452 meter persegi milik Nurhalimah itu, menjadi tanah pasif yang tidak bisa digunakan untuk apapun.

Bahkan, rencana dia untuk membangun rumah di lahan tersebut terpaksa urung karena khawatir pipa air bertekanan tinggi itu bisa membahayakan. 

Ditemui di kediamannya, Nurhalimah mengaku tidak tahu jika di lahannya ada saluran pipa air bertekanan tinggi. Dia baru tahu, sesaat setelah keluarganya hendak membangun rumah di lahan tersebut. Tetiba, saat membuat pondasi untuk bangunan, itu ada air cukup besar yang keluar dari lahannya ini. 

"Pas dilihat, ada pipa sebesar perut kerbau. Sejak saat itu, kami mengurungkan niat untuk membangun rumah, karena kami rasa cukup membahayakan," ujar Nurhaliman kepada Bisnis.com, Kamis (7/9/2023).

Nurhalimah mengaku  tak habis pikir dengan keberadaan saluran air betekanan tinggi di lahan miliknya. 

"Pas lebaran kemarin, itu ada rencana membangun rumah di lahan kami yang itu. Tapi, karena ada pipa saluran air jadi kami urungkan," kata dia seraya menunjukan bukti kepemilikan lahan berupa sertifikat tanah atas nama dirinya itu.

Setelah ditelusuri, ternyata pipa air bertekanan tinggi itu berasal dari Jatiluhur untuk menyuplai air baku ke pompa air Pupuk Kujang di sekitar Parungkadali, Kabupaten Karawang. 

"Saat itu, juga ada orang dari Pupuk Kujang yang datang kesini dan meminta kami untuk mengurungkan niat membangun rumah di lahan tersebut. Kami suruh menunggu 2--3 bulan ke depan, karena dari pihak Pupuk Kujang akan berkordinasi dulu ke PJT II terkait keberadaan pipa tersebut," jelas dia.

Nurhalimah mengaku, lahan tersebut merupakan warisan dari mendiang kakeknya. Dia pun tak tahu persis awal mulanya sampai ada pipa air yang membentang di lahannya ini. 

"Kalau lahan pasif seperti ini, dijual pun pasti tidak akan laku. Dulu sempat ada yang mau menyewa lahan ini. Tapi karena ada pipa bertekanan tinggi di bawahnya, jadi mereka pada gak mau karena takut meledak," seloroh dia.

Dia berharap, pihak PJT II Jatiluhur bisa menjelaskan terkait keberadaan pipa air yang ada di lahan miliknya ini. Pihaknya pun butuh kejelasan kalau memang lahan miliknya akan digunakan untuk jalur pipa tersebut.

"Kalau memang mau disewa, ya harus jelas. Tapi kan sampai saat ini gak ada kejelasan. Lagian, saya juga baru tahu ada pipa air di tanah saya itu baru-baru ini. Selama ini mah gak tahu," tambah dia. 

Sementara itu, Staff Humas PJT II Jatiluhur, Susilo saat dikonfirmasi mengaku, akan segera berkordinasi dengan jajaran direksi. Karena, setahu dia, orang wilayah belum tahu posisi lahan yang dimaksud.

"Saya coba kordinasi dulu dengan wilayah. Karena, kordinat pembangunan rumah warga itu sendiri belum tahu," ujarnya singkat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Asep Mulyana
Editor : Dinda Wulandari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper