Bupati Cirebon Setuju Relokasi Kawasan Pengrajin Batu Alam

Relokasi merupakan upaya untuk mengentaskan permasalahan limbah tersebut
Sejumlah batu alam yang berada tak jauh dari kawasan irigasi pertanian di Kabupaten Cirebon.
Sejumlah batu alam yang berada tak jauh dari kawasan irigasi pertanian di Kabupaten Cirebon.
Bisnis.com, CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menilai pencemaran akibat pengolahan limbah batu alam di daerah itu mengkhawatirkan, sehingga perlu relokasi.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyebutkan langkah relokasi merupakan upaya untuk mengentaskan permasalahan limbah tersebut.
“Kalau saya lihat perlu direlokasi supaya limbahnya bisa diproses. Kalau tidak, nanti bakal seenaknya dan semakin merusak alam,” kata Imron saat ditemui di Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, Rabu (8/3/2023).
Imron mengatakan, akan segera berkomunikasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon untuk membahas menyetujui alokasi anggaran tempat relokasi pengrajin batu alam.
 
Laporan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, pemerintah daerah tidak mendapatkan persetujuan untuk anggaran tersebut.
 
“Kami nanti komunikasikan dengan dewan kenapa dicoret dan apakah keuangannya tidak ada nanti kita komunikasi dulu,” kata Imron.
 
Diketahui, Petani di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan tidak adanya solusi terkait pencemaran limbah batu alam yang mencemari saluran irigasi selama belasan tahun terakhir.
 
Sepanjang saluran irigasi yang berada di Desa Purbawinangun ini bercampur dengan air dari limbah pengolahan batu alam, sehingga berubah warna menjadi abu. 
 
Petani di Purbawinangun, Wawan (49) mengatakan kondisi tersebut terjadi lebih dari 10 tahun dan belum ada upaya ekstra pemerintah.
 
"Saluran irigasi ini jadi penopang utama untuk pengairan. Tidak cukup kalau cuma mengandalkan air hujan saja," kata Wawan di Kabupaten Cirebon, Selasa (7/3/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Hakim Baihaqi
Editor : Dinda Wulandari

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper