Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tips Investasi di Tengah Isu Resesi, Bos IBF: Emas adalah Solusi

Menjelang Tahun Baru Imlek, transaksi khususnya transaksi komoditas emas meningkat hingga 25 persen.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 20 Januari 2023  |  19:55 WIB
Tips Investasi di Tengah Isu Resesi, Bos IBF: Emas adalah Solusi
Temu media bertema Peluang Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi di Tengah Ancaman Resesi 2023.
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Minat investasi masyarakat Indonesia di tengah isu ancaman resesi global masih cukup tinggi, yang dibuktikan dengan terus bertambahnya volume transaksi pada awal 2023 ini.

Direktur Utama PT International Business Future (IBF) Ernawan mengatakan menjelang Tahun Baru Imlek, transaksi khususnya transaksi komoditas emas meningkat hingga 25 persen.

"Sifat emas sebagai lindung nilai mampu bertahan bahkan menunjukkan tren positif saat ekonomi memburuk," kata Ernawan dalam pertemuan media di Bandung, Jumat (20/1/2023).

Keputusan investasi emas memang keputusan paling baik di tengah isu resesi global. Pasalnya ia menilai emas sebagai produk investasi paling aman, tahan inflasi, nilainya bahkan naik saat dollar turun dan krisis moneter.

Masih hangat di ingatan harga emas melonjak saat terjadi resesi 2020 akibat krisis pandemi Covid-19. Saat benua Asia, Eropa, dan Amerika mengalami resesi, harga emas sempat memecahkan rekor setelah satu dekade lamanya, hingga menyentuh 2.072,49/troy ons pada Agustus. Sepanjangan tahun itu, logam mulia ini sudah naik 24 persen berkat pandemi.

“Bahkan tahun ini para analis memperkirakan harga emas global bisa melampaui US$2.000/troy ons,” tambahnya.

Lebih lanjut Ernawan menuturkan, emas sebagai salah satu produk dalam perdagangan berjangka komoditi tidak lepas dari lirikan para investor. Sejak isu resesi mulai terdengar, semakin banyak yang melirik Loco London Gold atau emas berjangka sebagai koleksi portfolio.

Dalam kegiatan bertema “Peluang Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi di Tengah Ancaman Resesi 2023”, Ernawan juga memaparkan capaian kinerja IBF tahun lalu.

Menutup tahun 2022, IBF mengalami kenaikan total volume transaksi sebesar 365.877,60 lot atau naik 98 persen dari tahun sebelumnya. Begitu pula untuk jumlah nasabah mencapai 2.637 orang.

Raihan tersebut membuat IBF masuk dalam sepuluh besar pialang bilateral teraktif di Indonesia setiap bulannya selama tahun 2022.

Di awal tahun ini saja, nasabah bertambah sebesar 67 orang dengan total volume transaksi sebesar 18.258,50 lot.

“IBF ingin menutup tahun 2023 dengan total volume transkasi 1.000.000 lot dengan penambahan nasabah sebesar 52 persen,” ungkap Ernawan.

Pelbagai strategi akan diberlakukan untuk meningkatkan kinerja positif perusahaan. Di antaranya menabah jumlah tenaga Wakil Pialang Berjangka dan melakukan edukasi ke berbagai komunitas. Ernawan menandaskan layanan adalah fokus utama saat ini. IBF memiliki analis profesional dan wakil pialang berjangka berpengalaman.

“Edukasi nasabah sangatlah penting. Tingkat pengetahuan nasabah beda-beda. Ada yang masih pemula, ada juga yang sudah profesional. Mereka semua akan didampingi para konsultan berkompeten dalam melakukan transaksi. Kini konsultasi bisa lebih mudah, di mana saja dan kapan saja,” terangnya.

Selain emas, pialang resmi yang terdaftar dan diawasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ini memiliki produk investasi lain. Di antaranya emas, forex, perak, dan produk derivatif lainnya. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas investasi
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top