Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bermula Hobi Bercocok Tanam, Mojang Cantik Asal Bandung Ini Sukses Datangkan Cuan

Di saat wanita seusianya berlomba untuk menjalani usaha di bidang kecantikan, Fatiah justru memilih menjalani usaha dari bercocok tanam.
Fatiah Faris berhasil mengembangkan usaha di bidang tanaman hias dan hiasan bunga.
Fatiah Faris berhasil mengembangkan usaha di bidang tanaman hias dan hiasan bunga.

Bisnis.com, BANDUNG - Memulai bisnis dari hal yang disukai ternyata resep ampuh dari banyak pengusaha yang berhasil menapaki kesuksesan saat ini.

Pasalnya, langkah awal untuk memulai usaha sering kali terasa sangat berat bagi sebagian orang, apalagi bidang yang ditekuni tersebut bukan hal yang disenangi.

Kiat tersebut sudah dibuktikan oleh mojang Bandung, Fatiah Faris yang berhasil mengembangkan usaha di bidang tanaman hias dan hiasan bunga.

Di saat wanita seusianya berlomba untuk menjalani usaha di bidang kecantikan, kuliner bahkan fesyen, Fatiah justru memilih menjalani usaha dari apa yang ia gemari, yakni bercocok tanam.

Kecintaannya terhadap bunga, seperti tulip, lili, mawar, dahlia dan bunga hias lainnya ternyata memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk dijadikan bisnis.

Selain hobi bercocok tanam, wanita cantik asal Kota Kembang ini pun gemar merangkai bunga untuk dijadikan tanda cinta, ataupun duka.

Atas kejeliannya, Fatiah memberanikan diri menjajakkan hasil karyanya secara daring. Tak disangka, peminat bunga yang ia tanam dan rangkai mendapat respon positif, mulai dari orang terdekat hingga orang yang tak pernah ia kenal.

"Awalnya hobi bunga tapi ternyata bisa jadi cuan. Saya belajar dari orang-orang yang berpengalaman dan bersertifikat. Adapun style yang biasa digunakan adalah garden style dan vintage," katanya kepada Bisnis, Selasa (17/1/2023).

Setelah ia mendapat banyak order, Fatiah menyadari bisnis ini memiliki potensi besar untuk ia kembangkan. Terlebih, Kota Bandung memiliki ekosistem yang mendukung, dengan banyaknya perguruan tinggi, momen pernikahan hingga kebiasaan lainnya yang menjadikan bunga sebagai kebutuhan utama.

"Di Bandung prospeknya tinggi, mulai dari pesanan untuk wisuda, pernikahan, pertunangan, sampai karangan bunga untuk menyampaikan duka," jelasnya.

Tak puas sampai di sana, Fatiah memutuskan untuk membuka offline store yang ia beri nama Arinna Florist. Pasalnya, tidak sedikit pelanggannya yang ingin melihat langsung bentuk bunga secara langsung.

Dengan adanya toko fisik, pelanggan bisa melihat dan memilih secara langsung bunga yang diinginkan dengan suasana yang sangat nyaman, serta bisa membeli vas bunga yang sesuai.

"Kehadiran store Arinna Florist diharapkan memudahkan warga Bandung mendapatkan bunga-bunga cantik dan juga unik," ujarnya.

Tak hanya bunga-bunga domestik, Arinna Florist jjga menawarkan bunga-bunga impor, mulai dari bunga asal Belanda, Jepang dan bunga-bunga impor lainnya yang menawarkan banyak varian warna, indah dan unik yang tumbuh sesuai dengan iklim negara tersebut.

Selama ini, permintaan terbesar bunga yang ia jual adalah tulip dan lili karena dua bunga tersebut memiliki bentuk yang cantik dan wangi yang khas.

Meski menggunakan bunga dari luar negeri, namun Fatiah memastikan harga yang ditawarkan masih relatif terjangkau. Pelanggan juga bisa memilih bunga sesuai dengan anggaran dana yang dimilikinya.

"Bunga bisa dipilih dan dibentuk sesuai dengan keinginan konsumen, begitu juga dengan harga bisa menyesuaikan dengan budget," katanya. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper