Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPBD Purwakarta Minta Warga Waspada Bencana Musiman

BPBD Kabupaten Purwakarta meminta seluruh pihak untuk waspada, mengingat di kabupaten ini ada beberapa bencana musiman yang kerap terjadi.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 17 November 2022  |  15:47 WIB
BPBD Purwakarta Minta Warga Waspada Bencana Musiman
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, PURWAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta meminta seluruh pihak untuk waspada, mengingat di kabupaten ini ada beberapa bencana musiman yang kerap terjadi.

Kepala BPBD Kabupaten Purwakarta Yuddy Herdiana mengatakan wilayah Purwakarta memiliki riwayat bencana alam musiman kendati sifatnya masih skala kecil.

"Kami telah menguatkan komunikasi dengan seluruh pihak hingga tingkat desa. Kami juga telah mengimbau masyarakat untuk ekstra hati-hati dengan cuaca akhir-akhir ini," ujar Yuddy, Kamis (17/11/2022).

Yuddy menjelaskan sejauh ini pihaknya telah memetakan daerah rawan bencana alam yang ada di wilayahnya. Dari catatan yang ada, beberapa bencana yang paling diantisipasi saat musim hujan, itu di antaranya pergerakan tanah, longsor, dan banjir.

"Kami berharap seluruh pihak pasang mata. Kami juga telah mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi bencana alam musiman itu," kata dia.

Adapun bencana alam yang paling diantisipasi jajarannya, itu pergerakan tanah dan longsor. Terkait hal tersebut, pihaknya telah menguatkan komunikasi dengan seluruh pihak terkait sebagai langkah antisipasi guna meminimalisasi dampak yang timbul dari bencana alam di pergantian musim ini.

Dari data yang ada, lanjut dia, untuk bencana longsor berpotensi terjadi di seluruh kecamatan yang ada. Hanya saja, dari 192 desa/kelurahan yang ada di 17 kecamatan, itu terbagi menjadi dua kelas. Yakni, 38 desa masuk dalam kelas resiko longsor sedang, serta 154 termasuk ke kelas resiko rendah.

Kebanyakan, kata dia, wilayah rawan longsor ini berada di daerah perbukitan yang kontur tanahnya jenis lempung. Sehingga, saat diguyur hujan, tanah tersebut bisa menjadi medan luncur. Untuk wilayah yang beresiko sedang, itu di antaranya sejumlah desa yang ada Kecamatan Bojong, Darangdan, Maniis, Pasawahan, Pondoksalam, Sukasari dan Tegalwaru.

"Kami juga telah berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih tanggap. Kalau terjadi bencana di satu wilayah, mereka diimbau supaya segera laporkan ke pemkab. Dengan komunikasi satu arah ini, diharapkan dampak bencana alam bisa diminimalisasi," terang dia.

Selain longsor, tambah dia, bencana banjir juga berpotensi di seluruh wilayah. Adapun banjir yang sering terjadi di wilayahnya ada tiga tipe. Pertama banjir bandang karena alih fungsi lahan atau kerusakan hutan karena eksploitasi yang tidak terkendali.

Kemudian, lanjut dia, banjir yang disebabkan oleh luapan air sungai karena curah hujan yang tinggi. Terakhir, banjir yang disebabkan oleh tersendatnya aliran air oleh tumpukan sampah. Umumnya, banjir tersebut terjadi di wilayah perkotaan.

Yuddy menambahkan, di Purwakarta ada sejumlah wilayah yang paling diawasi mengenai pergerakan tanah. Hasil assessment jajarannya, potensi pergeseran tahan yang paling di antisipasi itu di antaranya di Kampung Cirangkong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru. Serta, beberapa kampung di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani.

"Hasil asesmen juga menyatakan, beberapa perkampungan di dua desa yang ada di ujung Barat wilayah ini tak layak untuk dijadikan pemukiman penduduk," tegas dia.

Dia menjelaskan, daerah tersebut merupakan pertemuan antara sesar Lembang dan Sesar Baribis yang membentang hingga daerah Tangerang. Sehingga, hasil kajian pihaknya bersama Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi menyatakan jika wilayah ini tidak layak dihuni karena sangat rawan pergerakan.

"Pergerakan tanah di wilayah itu, terutama di Kampung Cirangkong Desa Psanggarahan, memang kerap terjadi. Apalagi, di saat intensitas hujan mulai menunjukan peningkatan. Makanya, saat ini kami harus ektra waspada sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diantisipasi sedini mungkin," pungkasnya. (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpbd purwakarta
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top