Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bapanas Dorong Pelabuhan Patimban Jadi Sentra Distribusi Bapokting Wilayah Jabar

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menuturkan selama ini Jabar menjadi salah satu sentra produksi pangan di Indonesia, sehingga perlu dukungan akses distribusi.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 18 Oktober 2022  |  18:15 WIB
Bapanas Dorong Pelabuhan Patimban Jadi Sentra Distribusi Bapokting Wilayah Jabar
Pelepasan pengiriman perdana muatan pangan melalui tol laut di Pelabuhan Patimban, Selasa (18/10 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, SUBANG - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang menjadi jalur distribusi bahan pokok penting (bapokting) khususnya untuk mengakomodir pengiriman dari wilayah Jawa Barat.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menuturkan selama ini Jawa Barat menjadi salah satu sentra produksi pangan di Indonesia, sehingga perlu dukungan akses untuk pemerataan distribusinya.

Ke depan akan direncanakan lebih detail lagi untuk menggunakan Pelabuhan Patimban sebagai jalur distribusinya.

"Hari kita memulai pengiriman pertama bahan pangan jeni beras dari Pelabuhan Patimban dengan tujuan Pelabuhan Lhokseumawe Aceh Utara. Yang kita kirim hari ini, ada 10 teus selanjutnya ada 40 teus yang siap kirim," ujar Arief usai pelepasan pengiriman perdana muatan pangan melalui tol laut di Pelabuhan Patimban, Selasa (18/10/2022).

Arief menjelaskan pihaknya telah melaporkan kepada Presiden kaitan penggunaan Pelabuhan Patimban untuk kebutuhan pengiriman Bapokting.

Menurutnya Patimban menjadi pelabuhan yang cukup strategis untuk memulai distribusi pangan. Selain itu, Jawa Barat sendiri merupakan daerah yang memiliki produktifitas pangan cukup tinggi.

"Jadi kalau bicara beras misalnya, seperti kita ketahui dari mulai Bekasi hingga Indramayu itu merupakan sentra produksinya. Jadi, bukan sebuah keniscayaan kita memilih Pelabuhan Patimban untuk jalur distribusi produk pangan di Jawa Barat," kata dia.

Arie juga berpendapat, dengan menggunakan akses Pelabuhan Patimban itu bisa sedikit mengurangi cosh pengiriman. Apalagi, bagi daerah-daerah penghasil pangan semisal Indramayu dan Cirebon.

"Kedepan mungkin tak hanya beras, tapi produk bapokting lain di Jabar dan sekitarnya pun bisa kita dorong untuk melalui jalur tol Patimban. Jadi kita fokuskan di sini," tambah dia.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta Karliati Djuanda menyambut baik dibukanya jalur distribusi pangan di Pelabuan Patimban.

Menurutnya, keberadaan pelabuhan tersebut dinilai bisa sangat efektif dan efisien dalam membantu pemerataan distibusi logistik.

"Seperti kita tahu ya, hampir seluruh kebutuhan untuk distribusi laut selama ini mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tapi, kalau Pelabuhan Patimban dibuka untuk umum tentu kita yang menjadi daerah penghasil akan sangat terbantu," ujar Karliati.

Karliati menjelaskan daerahnya memiliki beberapa produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi andalan, baik itu untuk kebutuhan pasar ekspor maupun domestik. Sebut saja di antaranya, kerajinan keramik khas Plered, teh dan manggis.

"Di bidang usaha kerajinan, unggulan kami tetap keramik asal Kecamatan Plered. Sedangkan, di bidang agrobisnis dan agrokultur, itu buah manggis dan daun teh. Keberadaan Patimban jelas akan sangat membantu kami. Karena, secara tidak langsung akan berdampak pada penghematan dan efisiensi untuk pengiriman produk," tambah dia. (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badan pangan nasional (BPN) pelabuhan patimban
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top