Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Brand Lokal Bandung Sukses Gelar Runway Show di Hanggar Bandara Husein

Dua brand lokal fesyen Kota Bandung sukses menggelar runway show untuk memperkenalkan sederet artikel terbaru mereka yang diberi nama Mess in Balance.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 02 September 2022  |  19:16 WIB
2 Brand Lokal Bandung Sukses Gelar Runway Show di Hanggar Bandara Husein
Dua brand lokal fesyen Kota Bandung sukses menggelar runway show untuk memperkenalkan sederet artikel terbaru mereka yang diberi nama Mess in Balance.
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Dua brand lokal fesyen Kota Bandung sukses menggelar runway show untuk memperkenalkan sederet artikel terbaru mereka yang diberi nama Mess in Balance.

Kolaborasi ini terbilang cukup epik karena digarap dengan sangat serius, dan memanfaatkan hanggar pesawat yang terletak di area Bandara Husein Sastranegara untuk lokasi runway-nya.

Dua brand tersebut adalah Miracle Mates dan Hecates. Uniknya, meski memiliki pasar generasi z yang cukup besar, kedua brand sebenarnya ditukangi oleh para anak muda. Mereka sama-sama mengembangkan jenamanya dengan konsisten, sehingga dapat dikenal di kalangannya.

Kolaborasi di antara Miracle Mates dan Hecates cukup mencuri perhatian, terutama bagi skena mereka sendiri. Bagaimana tidak, pandangan bahwa kolaborasi daripada local brand kerap kali digelar dengan sederhana, mereka jawab dengan runway yang cukup profesional dan mapan.

Dalam wawancara singkat via telepon, Fadli Maulana Ibrahim Owner Miracle Mates mengatakan bahwa ia telah membangun brand-nya sejak 2014, tepatnya ketika ia masih duduk di kelas satu SMA. Sejak saat itu Miracle Mates selalu beradaptasi dengan tren fashion yang hadir saban tahunnya, yang dikorelasikan dengan DNA brand mereka.

Fadli juga mengatakan bahwa proses perjalanan Miralce Mates hingga dikenal oleh publik terbilang lama, kurang lebih memakan waktu lima tahun lamanya. Setelah itu mereka akhirnya dikenal sebagai jenama fashion yang mengedepankan kultur street wear, di mana biasanya digunakan dalam skena musik hingga skateboard.

“Bisa sampai delapan tahun aku tuh gak punya pikiran panjang ke depannya, yang ada depan mata, yang paling dekat aku jalani terus. Kuncinya di konsisten,” kata Fadli, Jumat (2/8/2022).

Ketika itu, Fadli mengatakan bahwa ia tak pernah berpikir bahwa Miracle Mates akan sebesar sekarang. Pada masa perintisannya, Fadli bahkan mengurus Miracle Mates sendirian, mulai dari menjadi admin dari lapak online-nya, hingga mengantarkan produk langsung ke tangan pembelinya.

Namun, perjalanan dalam membangun brand tidak Fadli lakoni dengan mudah. Sudah tak dapat dihitung jari berapa kali ia mengalami kerugian.

“Namanya juga anak SMA, anak kecil, ya bikin brand sering banget ketipu. Barang jelek lah, vendor kabur lah, banyak banget yang gak enaknya,” kata dia.

Berbeda dengan Miracle Mates, Hecates sendiri tidak melakoni waktu yang lama untuk mengecap popularitas. Rian Adrians, Founder Hecates, menjelaskan jika Hecates didirikan pada Agustus 2020 di Jakarta. Ketika itu, Rian yang merupakan pekerja kantoran di Jakarta, yang merantau dari kampung halamannya di Makassar, membangun Hecates sambil melakoni pekerjaan regulernya.

Meski hanya perlu waktu selama dua tahun dalam mengecap popularitas, Rian pun mengalami banyak kendala. Bahkan di awal ia berdagang, Indonesia langsung terserang pandemik COVID-19 sehingga ketika itu Rian berpikir bahwa roda bisnisnya akan terganggu.

“Pas mau jualan tuh langsung pandemik, ya pasti bakal sepi nih. Tapi bukannya sepi, malah pembeli Hecates ramai banget di online,” tutur Rian.

Untuk memantapkan niatnya dalam membangun Hecates, Rian memberanikan diri untuk resign dari kantornya dan merantau ke Bandung. Kota Kembang dipilih karena urusan supply chains Hecates sebagian besar berada di sana.

“Saya ke Bandung agar fokus ke brand, fokus ke produksi. Soalnya aku produksi di anak-anak Bandung juga, jadi apa salahnya kalau aku pindah ke Bandung dulu saja?” tuturnya.

Kolaborasi di antara Miracle Mates dan Hecates terbilang cukup unik, karena biasanya dilakukan oleh dua brand atau lebih yang memiliki ceruk pasar berbeda. Namun masalahnya, mood dari Miracle Mates dan Hecates terbilang mirip hingga diduga punya ceruk pasar yang sama.

Namun Fadli menampik itu. Meski bergerak di tren yang sama, kedua brand sebenarnya memiliki pasar yang berbeda. Ia pun optimistis bahwa misi crossmarket dapat terjadi dengan kolaborasi ini.

“Sebenernya kalau memang secara desain tuh mirip-mirip, tapi kalau untuk market itu beda banget. Miracle Mates itu Bandung banget, sementara Hecates itu pembelinya sebagian besar di Jakarta. Sebenernya kalau untuk crossmarket bisa dibilang cross juga, karena lebih dikenal di kota masing-masing,” ujar Fadli.

Ia pun menjelaskan bahwa kolaborasi ini terjadi bukan tanpa alasan yang kuat. Market daripada Miracle Mates dan Hecates sama-sama meminta kedua brand untuk kolaborasi, sehingga mereka optimistis Mess in Balance akan menemui pasarnya dengan mudah.

“Kami mengharapkan brand awareness sekaligus sales yang baik dalam jalinan kolaborasi ini,” tuturnya.

Di sisi lain, terkait dengan runway mereka yang bikin heboh, Fadli menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena Miracle Mates dan Hecates benar-benar mengerahkan segala tenaga dalam menggelar acaranya.

Menggelar runway tanpa sponsor, kata Fadli, bukanlah tugas mudah. Tapi dari cara itu ia ingin menekankan pada publik bahwa local brand pun mampu untuk membuat fashion show yang apik dan proper.

“Kami enggak mau kolaborasi yang hanya menempelkan dua logo brand dalam satu produk, jadi kami bikin runway ini. Alhamdulillah hasilnya positif, di mana teman-teman support semua mulai dari teman di Bandung, Jakarta, hingga Surabaya,” kata Fadli.

Lewat runway show ini, Fadli juga Rian berharap bahwa apa yang mereka lakukan dapat menginspirasi brand lain. Ia berharap local brand lain semakin percaya bahwa jenama lokal pun dapat membuat runway show seperti halnya yang dibikin di luar negeri. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top