Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menilik Program Kerja Ambu Anne dalam Pembangunan Purwakarta, Aktivis: Tak Ada yang Original

Dalam kampanyenya dulu, Ambu Anne telah mengonsep bagaimana membuat wilayah ini semakin istimewa dengan kebijakan-kebijakan barunya.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 22 Agustus 2022  |  15:28 WIB
Menilik Program Kerja Ambu Anne dalam Pembangunan Purwakarta, Aktivis: Tak Ada yang Original
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika - Bisnis/Asep Mulyana
Bagikan

Bisnis.com, PURWAKARTA - Lebih dari satu dasawarsa ini, Kabupaten Purwakarta memiliki slogan Istimewa. Menurut pemerintah setempat, slogan tersebut memiliki arti luas. Salah satunya maknanya, yakni mengistimewakan masyarakat melalui berbagai kebijakan dan pelayanan publik di segala sektor.

Di kepemimpinan Ambu Anne sebagai bupati, slogan Purwakarta Istimewa tetap dipakai. Justru, dalam kampanyenya dulu, Ambu Anne telah mengonsep bagaimana membuat wilayah ini semakin istimewa dengan kebijakan-kebijakan barunya.

Namun, banyak kalangan menilai selama kepemimpinannya belum ada produk unggulan yang digagas oleh Anne Ratna Mustika. Justru, selama ini Ambu Anne terkesan hanya mengikuti program-program bupati sebelumnya, Dedi Mulyadi. Artinya, tidak ada program original yang ia ciptakan selama kepemimpinannya.

"Jadi, menurut kami sangat tidak masuk akal kalau Ambu Anne mengaku lepas dari bayang-bayang Dedi Mulyadi. Toh bisa dilihat sendiri, program-programnya saja masih dipakai. Kalau memang tidak mendompleng nama suami, apa sih produk asli Ambu Anne selama memimpin?," tanya salah seorang aktivis di Purwakarta, Hikmat Ibnu Aril saat berbincang dengan Bisnis.com, Senin (22/8/2022).

Ketua Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta itu juga berpendapat, jika Ambu Anne memang mengaku lepas dari bayang-banyang suaminya dalam memimpin Purwakarta saat ini, coba tunjukkan kepada masyarakat apa produk original hasil buah pemikirannya.

"Logikanya begini, kalau memang lepas dari bayangan bupati sebelumnya, kenapa programnya masih dipakai? Ya kalau memang punya gagasan lebih baik, harusnya program sebelumnya direfresh saja. Seperti yang dilakukan Dedi Mulyadi terhadap program Lili Hambali yang menjadi bupati sebelumnya," kata dia.

Dalam hal ini, pihaknya bukan mau mengomentari program-program pemerintah yang memang dirasa sudah sangat brilian. Hanya saja, pihaknya merasa heran dengan pernyataan Ambu Anne yang seolah-olah dirinya tidak menjiplak program bupati sebelumnya.

"Contoh saja, program gempungan, program pendidikan berkarakter, program pelayanan kesehatan, setahu saya itu merupakan program bupati sebelumnya. Kalau memang tidak sreg dengan bupati sebelumnya, ya coba bikin gagasan baru," seloroh dia.

Seperti diketahui, Pemkab Purwakarta sejak 10 tahun terakhir punya program unggulan‎ sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan ekstra kepada masyarakat.'Gempungan di Buruan Urang Lembur', begitulah sebutan untuk program yang digagas Dedi Mulyadi itu.

Sebagai gambaran, Gempungan merupakan program pelayanan jemput bola dari seluruh dinas terkait kepada masyarakat. Kegiatan dari program ini biasanya dipusatkan di lapangan desa atau kantor desa yang ada secara bergiliran dalam sepekan sekali.

Dalam kegiatan ini, berbagai macam pelayanan pemerintah mulai dari program Keluarga Berencana (KB), pembuatan dokumen kependudukan, pelayanan kesehatan, hingga pelayanan izin usaha dilakukan dalam satu lokasi.

Dengan kata lain, program ini merupakan bentuk pelayanan ekstra dari pemerintah untuk mempermudah masyarakat. Jadi, melalui program ini seluruh leading sector dinas yang membidangi pelayanan masyarakat, mendatangi langsung simpul-simpul massa yang membutuhkan pelayanan di satu lokasi. (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top