Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Layanan Kesehatan Saung Ambu Kurang Diminati Masyarakat, Ini Alasannya

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika punya komitmen besar untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat, terutama yang menyangkut pelayanan kesehatan.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  20:20 WIB
Layanan Kesehatan Saung Ambu Kurang Diminati Masyarakat, Ini Alasannya
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika

Bisnis.com, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika punya komitmen besar untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat, terutama yang menyangkut pelayanan kesehatan.

Tak heran, di masa kepemimpinannya ini Anne menggulirkan sebuah program cukup brilian, yakni dengan membangun fasilitas kesehatan untuk masyarakat di wilayah terpencil yang jauh dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

Saung Ambu, begitulah layanan tersebut diberi nama. Sejak 2019 lalu, pemerintah daerah telah membangun 6 titik fasilitas kesehatan tersebut. Salah satunya, dibangun di Desa Wanawali Kecamatan Cibatu.

Secara umum, program kesehatan tersebut patut diacungi jempol. Namun sayang, ternyata pelayanan yang digaungkan jauh dari harapan. Wajar saja, jika sejauh ini fasilitas kesehatan ini kurang diminati masyarakat.

Soleh, 57, salah satu warga di sekitar Saung Ambu yang berada di Desa Wanawali tak menampik jika pelayanan kesehatan tersebut kurang diminati masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, banyak warga lebih memilih berobat ke Puskesmas kendati lokasinya jauh dari kampungnya.

"Mungkin lebih ke pelayanannya ya. Di sini (Saung Ambu) fasilitasnya tidak lengkap. Dokternya juga hanya ada setiap hari Rabu dan Kamis saja. Jadi, dari pada bolak-balik mending langsung saja ke Puskesmas," ujar Soleh saat berbincang dengan Bisnis.com di sekitar lokasi.

Menurut dia, pembangunan fasilitas kesehatan untuk wilayah terpencil ini terkesan tidak siap secara maksimal. Padalah, kata dia, jika fasilitasnya bisa lebih dilengkapi, minimalnya seperti Puskesmas mungkin warga yang sakit bisa lebih terbantu.

"Yang berobat mah ada saja memang, paling satu atau dua orang setiap harinya. Itupun paling yang hanya sakit biasa, misalnya yang menderita meriang. Yang semi-parah, mereka lebih memilih langsung ke Puskesmas meskipun jaraknya jauh," kata dia.

Dia menjelaskan, lokasi ini kerap ramai dikunjungi saat acara-acara tertentu saja. Misalnya, saat penyuntikan vaksinasi atau kegiatan kedinasan lainnya. Sebagai warga di desa itu, dia berharap fasilitas penunjang di Saung Ambu bisa lebih dilengkapi. Supaya, tak mubadzir.

Seperti diketahui, Saung Ambu merupakan fasilitas kesehatan yang dibangun di wilayah terpencil. Di Saung Ambu, juga disiagakan dokter, perawat dan bidan yang siaga 24 untuk melayani masyarakat.

Adapun tujuan pembangunan Saung Ambu, kata Anne kala itu, guna memudahkan masyarakat yang ingin berobat tapi jauh dari Puskesmas atau rumah sakit.

Dulu, Anne sempat berujar, sebenarnya tujuan lain dibangunnya Saung Ambu yakni sebagai sarana edukasi soal kesehatan kepada masyarakat.

Artinya, tak hanya sebagai layanan pengobatan gratis, lebih dari itu sebagai upaya mengedukasi warga mengenai pola hidup bersih dan sehat. Dengan begitu, sangat wajar jika fasilitas kesehatan ini kurang diminati masyarakat untuk keperluan berobat. (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top