Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Hanya Puslitbang, Kebon Ambu Purwakarta Juga Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kebon Ambu merupakan hamparan perkebunan seluas 6 hektare yang pada 2019 lalu disulap menjadi pusat penelitian dan pengembangan produk pertanian, perkebunan dan hortikultura.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 15 Juni 2022  |  16:49 WIB
Pemkab Purwakarta melalui Bidang Pariwisata Disporaparbud menilai Kebon Ambu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata.
Pemkab Purwakarta melalui Bidang Pariwisata Disporaparbud menilai Kebon Ambu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata.

Bisnis.com, PURWAKARTA - Pemkab Purwakarta melalui Bidang Pariwisata Disporaparbud menilai Kebon Ambu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata.

Menurut Kepala Bidang Pariwisata Disporaparbud Kabupaten Purwakarta Acep Yulimulya, Kebon Ambu merupakan hamparan perkebunan seluas 6 hektare yang pada 2019 lalu disulap menjadi pusat penelitian dan pengembangan produk pertanian, perkebunan dan hortikultura.

"Selain tempat penelitian, lokasi ini juga sudah kami arahkan menjadi kawasan wisata edukasi yang bernuansa perkebunan (agro eduwisata)," ujar Acep kepada Bisnis.com, Rabu (15/6/2022).

Acep menegaskan saat ini pihaknya juga telah merancang kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi wisata. Mengingat, dari kacamatanya, lokasi ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi wisata unggulan.

"Kalau diarahkan ke sana (menjadi lokasi wisata), memang sudah dirancang seperti itu. Hanya saja memang belum ditetapkan saja secara legalitas saja," kata dia.

Terkait pengelolaan, kata dia, Kebon Ambu ini menjadi tanggung jawab lintas dinas. Untuk penataan misalnya, itu kewenangannya ada di Dinas Pangan dan Pertanian setempat.

"Kalau dari kita, mendorong dari sisi promosi," tambah dia.

Sementara itu, Kabid Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Kurnia Prawira Saputra mengatakan sejak dibuka secara resmi pada pertengahan Desember 2021 lalu lokasi ini memang sudah jadi tujuan wisata masyarakat.

"Sejak dibuka itu, pengunjung sudah banyak yang datang kesini," ujarnya.

Menurut dia, sejauh ini Kebon Ambu memang sudah dibuka untuk umum setiap hari Jumat sampai Minggu. Adapun jam operasionalnya mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB.

"Minat masyarakat berkunjung ke Kebon Ambu sangat tinggi. Rata-rata per hari kunjungan mencapai 100 orang," kata dia.

Dia menjelaskan, mereka yang berkunjung ke Kebon Ambu itu tak melulu soal foto selfie. Melainkan ada nilai edukasinya. Lantaran, pengunjung juga diajak terlibat untuk menanam dan panen.

"Kita mengarahkan wisata sekaligus belajar. Misalkan, pengunjung ingin panen kangkung, maka sebelum pulang pengunjung harus menanam bibit kangkung di tempat yang telah dipanen tadi. Untuk benihnya sudah disediakan oleh petugas," ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, Kebon Ambu telah ditanami bervariasi tanaman. Seperti beragam jenis sayuran daun, semisal kangkung, pakcoy, kailan, bayam merah, bayam hijau, selada, bawang daun, kubis dan bunga kol. Lalu ada juga sayuran buah, seperti tomat, cabai besar, cabai keriting, cabai rawit, timun jepang dan timun putih.

"Kita juga menanam jenis buah-buahan. Seperti, melon, anggur lokal dan anggur premium. Jenis flora juga ada. Yakni, edible flower atau merrygold dan bunga anggrek," tambah dia.

Dia menambahkan, selain berwisata sambil belajar di Kebon Ambu juga wisatawan bisa melakukan rileksasi. Lantaran, udara di wilayah ini cukup dingin dan segar.

"Setelah capek keliling kebun, bertani dan lainnya, pengunjung juga diperbolehkan botram atau makan bersama. Kita sediakan gazebo. Tapi untuk makannya bawa masing-masing," jelasnya.

Terakhir dia menegaskan, berkunjung ke Kebon Ambu ini tidak dipungut biaya. Dengan catatan, wisatan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh pengelola.(K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top