Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stasiun Cirebon Prujakan, Saksi Sejarah Geliat Industri Gula Era Kolonial

Stasiun Cirebon Prujakan yang berada di Jalan Nyimas Gandasari, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jawa Barat merupakan salah satu stasiun tua yang berada di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 06 Juli 2022  |  22:16 WIB
Stasiun Cirebon Prujakan, Saksi Sejarah Geliat Industri Gula Era Kolonial
Stasiun Cirebon Prujakan

Bisnis.com, CIREBON - Stasiun Cirebon Prujakan yang berada di Jalan Nyimas Gandasari, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jawa Barat merupakan salah satu stasiun tua yang berada di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon.

Berada pada ketinggian 4 meter di atas permukaan laut (MDPL), Stasiun Cirebon Prujakan yang dibangun pada 1897 ditetapkan sebagai bangunan stasiun cagar budaya pada 2010. Sesuai dengan Surat Keputusan Menbudpar No:PM. 58/PW.007/MKP/2010.

Keberadaan Stasiun Cirebon Prujakan berkaitan erat dengan pemberlakuan sistem tanam paksa tanaman tebu oleh Belanda di wilayah Cirebon. Tercatat, pada 1865 ada 700 hektare di wilayah tersebut dialihfungsikan menjadi lahan pertanian tebu.

Lima tahun setelah 1865, pemerintah kolonial mengesahkan undang-undang agraria. Dimana, sistem tanam paksa pertanian tebu dihentikan dan para investor Eropa mulai menanamkan modal pada bisnis pengolahan tebu di Cirebon.

Menggeliatnya industri gula di kota udang, pengusaha dari Eropa itu menjadikan Cirebon sebagai lokasi gudang, kantor dagang, dan pabrik gula.

Tidak hanya itu, pengusaha dari negara Eropa itu mencoba peruntungan dengan membangun jasa angkutan gula melalui perusahaan kereta api swasta Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS). Termasuk Stasiun Cirebon Prujakan.

Mulai dibangun pada 1897 dan selesai pada 1899. Jalur kereta api tersebut
beberapa pabrik gula di sepanjang Cirebon-Semarang, mulai dari pabrik gula Soerawinangoeng, Gempol, Paroeng Djaya, Djatiwangie, dan Kadipaten.

Jalur kereta api yang dibangun untuk menyokong industri gula ini, guna memudahkan pengangkutan dari pabrik menuju Pelabuhan Muara Jati Cirebon yang selanjutnya diekspor ke luar negeri atau ke wilayah lain di Hindia Belanda.

Meningkatnya jumlah produksi, membuat pemerintah kolonial Belanda mulai mempertimbangkan perluasan Stasiun Cirebon Prujakan agar bisa dipisahkan antara pelayanan penumpang dan barang.

Hal ini karena perusahaan kereta api negara Staatspoorwegen (SS) sudah menjangkau Cirebon pada 1911, sehingga jajaran direksi SCS harus memikirkan kenyamanan penumpang.

Setelah memudarnya masa kejayaan industri gula, Stasiun Cirebon Prujakan menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk melakukan perjalan kereta api dari Cirebon menuju kota tujuan.

Dikutip dari Heritage KAI, beberapa gudang bekas penyimpanan gula yang ada di stasiun tersebut pun mulai 2011 dimanfaatkan menyimpan hasil produksi semen Holcim atas kerjasama antara PT Holcim Indonesia Tbk dengan PT KAI (persero).

Kerjasama itu untuk mendistribusikan semen di wilayah Cirebon dan sekitarnya. semen Holcim diangkut dengan kereta api dari pabriknya di Karangtalun Cilacap menuju Cirebon Prujakan.

Stasiun Cirebon Prujakan menjadi stasiun kereta api terbesar kedua di Daerah Operasi 3 Cirebon, setelah Stasiun Cirebon Kejaksan di pusat Kota Cirebon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top