Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disnakertrans Purwakarta Dorong Eks PMI Menjadi Tenaga Kerja Mandiri

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta berupaya memfasilitasi warga usia produktif yang tidak punya pekerjaan supaya bisa memiliki keterampilan.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  18:35 WIB
Disnakertrans Purwakarta Dorong Eks PMI Menjadi Tenaga Kerja Mandiri
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PURWAKARTA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta berupaya memfasilitasi warga usia produktif yang tidak punya pekerjaan supaya bisa memiliki keterampilan. Minimalnya, mereka bisa didorong menjadi tenaga kerja mandiri (TKM).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta Didi Garnadi menuturkan jajarannya selama ini diberi tanggung jawab untuk membantu memfasilitasi warga yang belum bekerja.

Untuk itu, di pertengahan tahun ini pihaknya kembali menggelar beberapa pelatihan. Sasarannya kali ini, yakni eks pekerja migran Indonesia (PMI).

"Para PMI yang sudah tak lagi di luar negeri ini, kita bantu dengan beragam pelatihan. Tujuannya, supaya mereka bisa tetap produktif dan menjadi pekerja mandiri," ujar Didi kepada Bisnis, Kamis (30/6/2022).

Dalam program kali ini, lanjut Didi, ada sekitar 52 orang eks PMI yang akan dilatih dan dibina untuk dicetak menjadi tenaga kerja mandiri. Misalnya, menjahit, kursus Las SMAW dan tata rias. Adapun untuk pelatihan menjahit, diikuti 16 orang, kursus Las 16 orang dan tata rias 20 orang.

"Untuk pelatihan menjahit, akan dilaksanakan selama 7 hari. Kalau kursus las, itu 22 hari dan pelatihan tata rias pelaksanaanya itu 5 hari. Jadi, selain teori mereka juga akan dilatih langsung secara prakteknya," kata dia.

Menurut dia, program ini cukup efektif untuk meminimalisasi pengangguran di wilayahnya. Karena dengan begitu, akan tercipta warga yang produktif dan memiliki penghasilan sendiri. Adapun tujuan utama dari program ini, tak lain untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

"Selain mendapat pelatihan, para peserta ini juga akan diberi bantuan alatnya. Sehingga, setelah beres pelatihan mereka bisa memulai mengembangkan keahliannya. Tak hanya itu, selama pelatihan ini para peserta juga akan diberi bekal uang saku, termasuk makan-minum selama pelatihan tersebut," pungkasnya. (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta pekerja migran
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top