Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Bandung Ajukan Tambahan Kuota Vaksin PMK

Pemerintah Kota Bandung akan mengajukan penambahan kuota vaksin untuk hewan ternak agar penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) bisa dilakukan secara masif.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 28 Juni 2022  |  22:12 WIB
Pemkot Bandung Ajukan Tambahan Kuota Vaksin PMK
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memasangkan eartag atau tanda pengenal pada telinga hewan ternak sapi yang telah disuntik vaksin untuk pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di kandang peternakan sapi di kawasan Babakan Ciparay, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/6/2022). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung akan mengajukan penambahan kuota vaksin untuk hewan ternak agar penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) bisa dilakukan secara masif.

Saat ini Pemkot Bandung baru mendapatkan 200 dosis vaksin bagi sapi.

"Kota Bandung hanya dapat 200 dosis di tahap pertama. Apakah pertimbangannya kita bukan tempat pembiakan? Karena memang itu ditunjukkan untuk pedet [anak sapi ternak]," ujar Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Selasa (28/6/2022).

Sebagai upaya kesiapan, Pemkot Bandung telah membentuk Satgas PMK yang bisa menjadi solusi jika vaksin masih terbatas.

"Kita ada satgas PMK, mungkin saja kita bisa gunakan dana cadangan. Persis perlakuannya ke Covid-19 kalau sangat membutuhkan, tapi faktanya belum," ujar Yana.

Perlu diketahui, Provinsi Jawa Barat mendapat tambahan dosis vaksin untuk mencegah penularan PMK dari Kementerian Pertanian sekitar 119.000 dosis.

Total, sudah ada sekitar 120.000 dosis vaksin PMK yang akan didistribusikan ke daerah-daerah di Jabar. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top