Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dishub Jabar Minta Ada Penataan Jalur Wisata

Dinas Perhubungan Jawa Barat menyatakan pentingnya melakukan penataan jalur di objek-objek wisata.
Kendaraan antre di jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/5/2022). Tingginya volume kendaraan wisatawan di jalur wisata Puncak Bogor menyebabkan terjadinya kepadatan di sejumlah titik sehingga Satalntas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah untuk mengurainya./Antara
Kendaraan antre di jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/5/2022). Tingginya volume kendaraan wisatawan di jalur wisata Puncak Bogor menyebabkan terjadinya kepadatan di sejumlah titik sehingga Satalntas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah untuk mengurainya./Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Dinas Perhubungan Jawa Barat menyatakan pentingnya melakukan penataan jalur di objek-objek wisata.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Jabar Agus Pribadi mengatakan catatan ini berangkat dari libur Lebaran 2022 dimana beberapa objek wisata mengalami kemacetan parah.

"Kemarin dapat berita di Pangandaran sampai terjebak di basement. Itu kan sebetulnya di kawasan lokal Pangandaran, tapi itu pun menjadi salah satu rencana kerja Dishub Jabar untuk menata meskipun bukan kewenangan," katanya di acara Japri Humas Jabar di Gedung Sate, Bandung, Selasa (24/5/2022).

Selama libur Lebaran 2022 jalur objek wisata di Pangandaran paling banyak didatangi oleh pengguna jalan baik itu kendaraan roda dua dan roda empat.

"Untuk Kabupaten Pangandaran kami akan berkolaborasi agar bagaimana caranya untuk menata atau mengatur sirkulasi arus lalu lintas di kawasan Pangandaran. Kemudian, di tempat wisata seperti Pelabuhan Ratu, kawasan puncak, termasuk Lembang, ciwidey, dan lainnya," ungkapnya.

Dishub Jabar memastikan pembenahan akan terus dilakukan untuk menyambut beberapa hari libur besar seperti natal dan tahun baru 2023.

"Kita siapkan khususnya untuk pelaksanaan pada liburan masa angkutan natal dan tahun baru. Sebab, orang lebih sedikit mudik tetapi kebanyakan melakukan perjalanan wisata," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper