Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tidak Ada Larangan Mudik, Pedagang Batik di Trusmi Cirebon Berharap Berkah Lebaran

Momen pada Hari Raya Idulftri ini biasanya dimanfaatkan pedagang untuk meraup pundi-pundi rupiah dari para pemudik yang melintasi jalur pantura.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 06 April 2022  |  12:38 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, CIREBON - Tidak adanya larangan mudik pada Lebaran 2022 ini menjadi harapan bagi penjual batik yang menggantungkan hidupnya di Sentra Batik Trusmi, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Lani, 45, penjual batik Sentra Batik Trusmi menyambut baik adanya kebijakan yang kembali memperbolehkan mudik lebaran.

Momen pada Hari Raya Idulftri ini biasanya dimanfaatkan oleh ia bersama meraup pundi-pundi rupiah dari para pemudik yang melintasi jalur pantura.

Selama 4 hari berjalannya bulan Ramadan, Lani mengaku hanya mendapatkan tiga orang pembeli. Seluruhnya pun hanya membeli kemeja batik yang memiliki harga Rp100.000 sampai Rp150.000.

"Kalau momen lebaran, selalu ramai di sini. Sekarang memang sepi, tetapi kalau ada mudik lagi selalu ramai. Sangat menunggu momen itu," kata Lani di Kabupaten Cirebon, Rabu (6/4/2022).

Sentra Batik Trusmi diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Pasar tersebut awalnya diproyeksikan sebagai sentra batik Jabar.

Batik corak Megamendung dengan mudah bisa ditemukan di tempat ini.

Menghabiskan anggaran Rp10 miliar, Rp6 miliar dari bantuan gubernur dan Rp4 miliar dari APBD Kabupaten Cirebon. Sentra Batik Trusmi terdiri dari 154 kios. Namun, hanya puluhan saja yang masih dibuka.

Pedagang batik lainnya, Yadi, 45, menyebutkan ramainya sentra batik ini sangat tergantung dengan rumah makan empol gentong Haji Apud. Sebagian besar pengunjung yang membeli batik, tujuan awalnya adalah mendatangi rumah makan tersebut.

"Biasanya setelah makan empal gentong mereka langsung lihat-lihat terus membeli. Pernah, waktu rumah makan itu tutup, sama sekali tidak yang datang untuk melihat apalagi membeli," katanya.

Selain itu, kata Yadi, pedagang batik di Sentra Batik Trusmi sulit bersaing dengan pedagang besar yang ada di Jalan Syekh Datul Kahfi.

"Mudah-mudahan lebaran tahun ini ada bantuan dari pemerintah, minimal ya promosi, supaya nantinya pemudik banyak datang ke sini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik cirebon
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top