Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IKN Memakan Lahan Luas, Ridwan Kamil Contohkan Kegagalan Brazil dan Keberhasilan Washington

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan agar luasan lahan untuk Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan menekankan soal pentingnya menjadi tempat yang layak untuk ditinggali.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 10 Februari 2022  |  12:49 WIB
IKN Memakan Lahan Luas, Ridwan Kamil Contohkan Kegagalan Brazil dan Keberhasilan Washington
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan pemaparan pada diskusi webinar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/1/2021). Bisnis - Rachman
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG--Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan agar luasan lahan untuk Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan menekankan soal pentingnya menjadi tempat yang layak untuk ditinggali.

Ridwan Kamil menyampaikan pandangannya terkait IKN saat menjadi narasumber secara virtual dalam acara Paradigma Kota dan Arsitektur di Masa Depan, Arsitektur sebagai Artefak Peradaban dalam Perspektif Istana yang digelar Ikatan Arsitek Indonesia Nasional, Rabu (9/2/2022) malam.

Dari sudut pandangnya sebagai arsitek dan urban planner, urusan IKN bukan semata-mata memindahkan dan membangun infrastruktur.

"IKN adalah membangun masa depan.
Membangun masa depan harus punya identitasnya. Sejarah arsitektur modern kurang lebih mereduksi banyak sekali kearifan-kearifan lokal yang tentunya bisa harus kita carikan definisi-definisi barunya [di IKN],” katanya.

Lahan IKN dalam rencana pengembangannya nanti ditaksir mencapai 250.000 hektar. Menurutnya paradigma membangun dalam skala besar masih terjadi dalam perencanaan IKN.

“Saya kira boros lahan menjadi sebuah kebiasaan di kita, kalau membangun skala besar itu cenderung suka luas-luasan,” katanya.

Jika IKN didesain sebagai kota yang nyaman ditinggali maka fungsi livability harus dimiliki. Dia mencontohkan luasan Washington DC yang hanya mencapai 17.000 hektar atau setara dengan luasan Kota Bandung.

Karena itu pihaknya mengingatkan bahwa dalam mendesain ruang sebuah kota ataupun IKN maka pembangunan harus berprinsip seperti membuat baju, tidak sempit dan longgar.

“[Kegagalan] itu terjadi di Brazilia, itu terjadi di ibukota Myanmar di mana-mana, [pembangunan fisik] berusaha menaklukan tanah seluas-luasnya, lupa bahwa manusia itu punya batas-batas psikologis, batas-batas motoris yang harus disusun,"

"Makanya sebenarnya saya tidak suka kampus-kampus di Indonesia yang terlalu jauh-jauh bangunannya. Jadi antar bangunan harus naik mobil turun mobil dan sebagainya. Lama-lama karena kebiasaan tidak menciptakan kota dengan ukuran skala yang benar, kita jadi terbiasa menerima budaya bahwa menikmati arsitektur harus naik mobil,” paparnya.

Ridwan Kamil mencontohkan pula soal Dubai yang sukses menjadi kota berasitektur modern, indah dan inovatif namun tidak nyaman untuk menjalani kehidupan.

Menurutnya Dubai menjadi contoh bagaimana penataan ruangnya tidak bisa menyandingkan yang kaya dan miskin justru melahirkan ketidakadilan ruang. Dia berharap IKN belajar dari kegagalan-kegagalan di negara lain.

“Yang saya khawatirkan di tahap berikutnya dari Ibu Kota Negara ini adalah nanti hanya kumpulan katalog arsitekstur, kumpulan bangunan-bangunan yang dibahas estetikanya, teori-teori bangunannya, tapi tidak membentuk sebuah peradaban kota,” katanya.

Karena itu pihaknya mendorong asosiasi IAI untuk berperan aktif dalam proses IKN tersebut. Bahkan dirinya berharap IAI bisa menjadi konsultan Presiden Jokowi agar proses pembangunan IKN tidak keluar dari prinsip-prinsip membangun peradaban kota lewat rumus desain, density dan diversity.

"Ini momen bersejarah banget nggak pernah mungkin akan terulang ya ibukota dua kali, nggak akan terulang lagi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil ibu kota negara
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top