Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan 2021 Moncer, Jasa Sarana Optimistis Akselerasi Proyek Infrastruktur

Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan pihaknya berharap kinerja korporasi bisa lebih moncer dibanding tahun sebelumnya.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 03 Februari 2022  |  13:23 WIB
Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq
Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq

Bisnis.com, BANDUNG—BUMD PT Jasa Sarana (JS) akan mengakselerasi sejumlah proyek infrastruktur di tahun 2022 seperti penyelesaian Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci), dan TPPAS Nambo, Bogor.

Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan pihaknya berharap kinerja korporasi bisa lebih moncer dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, meski dilanda pandemi, Jasa Sarana masih bisa meraup kenaikan pendapatan hampir tiga kali lipat pada 2021 lalu.

“Target perusahaan tahun ini bisa lebih baik, pendapatan kita tahun lalu itu hampir Rp200 miliar, naik tiga kali lipat, mudah-mudahan tahun ini bisa lebih baik lagi, seiring pemulihan ekonomi,” katanya dalam siaran pers, Kamis (3/2/2022).

Hanif mengatakan tahun ini Jasa Sarana menghadapi banyak proyek infrastruktur dari mulai jalan, rumah sakit, hingga pengelolaan limbah. Untuk proyek tol, pihaknya berharap penyelesaian Tol Cisumdawu segera dipercepat seiring dengan mulai beroperasinya seksi I Cileunyi-Pamulihan.

Kedua, mulai berlangsungnya proses pembangunan Tol Getaci yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dimana Jasa Sarana bergabung dalam konsorsium beranggotakan Jasa Marga, PT Daya Mulia Turangga - PT Gama Group, PT PP (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Dilansir dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), jalan tol Getaci memiliki nilai investasi Rp56,2 triliun dengan masa konsesi 40 tahun.

“Tol Bandung-Cilacap juga sudah mulai digelar tahun ini, kami menjadi bagian dari badan usaha jalan tol. Target awal pembangunan mulai dari Bandung sampai Tasikmalaya, kita optimis karena pemerintah sudah memprioritaskan proyek ini,” ujarnya.

Selain tol, pihaknya juga mendapatkan penugasan untuk menggelar pembebasan lahan dan penyusunan details engineering design (DED) Jalan Tengah Selatan yang sudah diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan. “Kita persiapan untuk pembangunan JTS, tugas Jasa Sarana membebaskan lahan dan menyusun DED, belum masuk ke konstruksi,” katanya.

Kemudian proyek yang tak kalah pentingnya adalah pengoperasian Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo, Bogor. Nambo yang bakal mengelola sampah di Bogor Raya dan Tanggerang Selatan tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada 2022 ini. “Target kami semester 1 2022 sudah bisa beroperasi sebagian, nanti full-nya di akhir tahun,” katanya.

Menurut Hanif, percepatan pembangunan infrastruktur tersebut sudah ditunggu masyarakat. Menurutnya masyarakat berharap urusan sampah segera tuntas, lalu penyelesaian tol Cisumdawu dan pembangunan Getaci.

“Masyarakat antusiasmenya tinggi untuk penyelesaian proyek-proyek itu. Berbagai kesiapan sudah kami tempuh baik dari segi alternatif skema bisnis, pembiayaan dan penentuan partner yang akan bekerjasama tentu saja terus dilakukan berdasarkan kaidah Manajemen Risiko dan Good Corporate Governance yang berlaku," pungkas Hanif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur cisumdawu BUMD Jabar jasa sarana
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top