Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menjadi yang Pertama di Dunia, Aviro D16 Spray Gimbal Diluncurkan Tunjang Otomasi Pertanian

Dengan alat ini, maka sistem pertanian akan bisa dijalankan dengan mudah lantaran bisa dioperasikan dengan menggunakan drone, atau pesawat mini tanpa awak.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  19:11 WIB
Spray gimbal Aviro D16 yang diciptakan Avirtech.
Spray gimbal Aviro D16 yang diciptakan Avirtech.

Bisnis.com, BANDUNG - Perkembangan dunia pertanian kini terus berkembang pesat. Kebutuhan produk teknologi informasi di bidang ini terus bertambah seiring dengan perkembangan digitalisasi dunia demi efisiensi dan efektivitas produksi pertanian.

Salah satu yang saat ini muncul adalah spray gimbal bernama Aviro D16 yang diciptakan Avirtech. Dengan alat ini, maka sistem pertanian akan bisa dijalankan dengan mudah lantaran bisa dioperasikan dengan menggunakan drone, atau pesawat mini tanpa awak.

Chief Operating Officer Avirtech Wilson mengatakan hal yang mendasari pihaknya meluncurkan spray gimbal ini adalah tingginya permintaan inovasi penyemprotan yang berkelanjutan. Sehingga gerakan pertanian berkelanjutan terus terbentuk.

"Penggunaan pestisida yang berlebihan tidak hanya berdampak bagi lingkungan, namun juga mempengaruhi biaya operasional," kata Wilson, Rabu (12/1/2022).

Wilson mengklaim spray gimbal ini menjadi yang pertama di dunia dengan tingkat ketelitian penyemprotan yang akurat hingga radius 10 cm.

"Dibandingkan dengan akurasi drone biasa yang tidak selalu tepat akibat hembusan angin. Dengan demikian, kami mengkombinasikan Drone Aviro D16 dengan geoposisi RTK presisi tinggi dan mulut pipa pada gimbal agar tepat sasaran," ungkap dia.

Drone Aviro D16 ini jelas dia, dilengkapi dengan mulut pipa penyemprot gimbal dan pipa tambahan untuk mempermudah mencapai titik hama di pohon yang tidak dapat dijangkau oleh manusia.

"Pemeliharaan tanaman yang benar dan teratur adalah kunci untuk menghasilkan panen berkualitas. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Namun, kondisi lapangan dan kurangnya sumber daya manusia menjadi kendala dalam pemeliharaan, seperti pengendalian hama dan gulma," jelasnya.

Terlebih menurutnya, pengaplikasian penyemprotan pestisida oleh tenaga manusia pasti akan memberi efek samping terhadap kesehatan.

"Penyemprotan dengan drone lebih aman bagi manusia dan lingkungan karena air dan pestisida yang digunakan lebih sedikit," imbuhnya.

Disisi lain, kecepatan dan ketepan manusia dalam mendeteksi hama tidak seakurat AI (Artificial Intelligence). Salah satu industri yang sering mengalami gagal panen akibat hama adalah kelapa sawit. Sekitar 25% tanaman mati dan mengakibatkan periode panen akan tertunda sampai 1 tahun.

"Drone Aviro D16 memiliki sensor yang dapat membaca kesehatan pada tanaman baru secara cepat. Cara ini ribuan kali lebih cepat dan efektif daripada inspeksi manual yang dilakukan manusia. Ketika medeteksi titik hama, drone akan segera menyemprotkan pestisida dengan akurasi penyemprotan 98%," imbuhnya.

“Pertanian berkelanjutan ini adalah cara untuk membawa ke revolusi pertanian selanjutnya.Kami berharap dapat membawa industri pertanian Asia Tenggara lebih maju dan baik.” Ujar Wilson. (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Drone
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top