Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pekan Depan, Presiden Jokowi Bakal Isi Presidential Lecture di Unpar

Pemaparan Presiden RI terhadap Pancasila diyakini akan memberikan warna baru akan kehidupan berbangsa dan bernegara seluruh sivitas akademika dan alumni.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  20:25 WIB
Konferensi pers dalam rangka Dies Natalis ke/67 Unpar
Konferensi pers dalam rangka Dies Natalis ke/67 Unpar

Bisnis.com, BANDUNG - Presiden RI Joko Widodo diagendakan akan memberikan Presidential Lecture pada Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, dengan tema "Pancasila Kekuatan Rakyat dan Keindahan Tradisi" pada Senin (17/1/2022) mendatang.

"Presidential Lecture ini merupakan rangkaian dari kunjungan Presiden RI dalam rangka Dies Natalis ke-67 Unpar. Pemaparan Presiden RI terhadap Pancasila diyakini akan memberikan warna baru akan kehidupan berbangsa dan bernegara seluruh sivitas akademika dan alumni," ungkap Rektor Unpar Bandung Mangadar Situmorang kepada wartawan di Kampus Unpar Bandung, Kota Bandung, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya Mangadar, tema Pancasila yang dibawa dalam acara ini merupakan salah satu cara dari pihaknya dalam menegaskan peran Pancasila dalam berbangsa dan bernegara. Terlebih saat ini negara tengah berjuang untuk memulihkan diri akibat pandemi Covid-19.

"Juga akan disampaikan pokok-pokok pikiran dan pandangan UNnpar, tentang strategi pelaksanaan nilai-nilai Pancasila serta pernyataan apresiasi dan dukungan kepada Presiden atas sikap tegas dan kebijakan Presiden dalam rangka menjaga NKRI yang berasas Pancasila," terangnya.

Sejumlah komunitas akademika UNPAR yang terdiri dari perwakilan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan alumni akan mengikuti kegiatan Presidential Lecture yang kali pertama digelar Unpar.

Kegiatan ini akan menjadi semangat untuk bergerak di tahun 2022, bergerak untuk menjadikan Indonesia bangkit dan maju.

Selain itu, Jokowi juga rencananya meresmikan Gedung Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG), yakni gedung terbaru di kawasan Kampus Unpar Bandung. Gedung dengan luas area 60 ribu meter persegi dengan 14 lantai di North Tower dan 11 lantai di South Tower. Gedung PPAG akan digunakan sebagai sarana belajar bagi seluruh civitas akademika.

Rektor menjelaskan bahwa Gedung PPAG dinamai sesuai dengan nama pendiri UNPAR yaitu Mgr. Arntz OSC. dan Mgr. N.J.C Geise, OFM. Dimana terdiri dari dua gedung pusat pembelajaran yang saling terhubung.

"Desain PPAG menerapkan konsep Smart Building, sehingga meningkatkan efisiensi dalam pemanfaatan energi. Hal ini sejalan dengan semangat kami dalam mewujudkan kampus ramah lingkungan," katanya.

Ia menerangkan dalam kesempatan tersebut, juga akan dilakukan penyerahan beasiswa kepada 10 perwakilan mahasiswa. Beasiswa ini merupakan bentuk nyata komitmen UNPAR dalam mengambil bagian dari kemajuan pendidikan di Indonesia.

"Terakhir ditutup dengan penandatanganan prasasti Gedung PPAG oleh Presiden," katanya.

Perwakilan Satgas Covid-19 Kota Bandung Dewi Kaniasari menuturkan bahwa rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-67 ini akan dilakukan secara hybrid. Hal tersebut, mengingat kondisi pandemi dan kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah akan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kegiatan Presidential Lecture secara daring dapat diikuti melalui kanal Youtube UNPAR Official atau bergabung via Zoom.

"Kegiatan tentunya akan sangat mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Seluruh pihak yang hadir, diwajibkan telah melakukan vaksinasi dosis pertama dan kedua Covid-19 serta diwajibkan melakukan test PCR (Polymerase Chain Reaction) dalam jangka waktu 1x24 jam sebelum kegiatan," ucapnya.

Ia menambahkan saat ini Kota Bandung sedang dalam PPKM level 2, sehingga kegiatan Dies Natalis yang tergolong MICE dapat dilakukan, namun dengan pembatasan jumlah peserta dan mengikuti protokol kesehatan.

"Kami berharap hingga waktunya nanti, kondisi PPKM di Kota Bandung tetap sama sehingga skemanya tetap berjalan. Tapi jika ada perubahan maka skemanya tetap akan mengikuti aturan dari pemerintah," tambahnya. (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top