Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

12 Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Ajukan Restitusi

Abdanev Jopa, Tenaga Ahli Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan mengatakan pembahasan dalam ruang sidang banyak mengenai restitusi atau permohonan ganti kerugian dari para korban.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  14:45 WIB
12 Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Ajukan Restitusi
Kekerasan terhadap perempuan dan anak. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - 12 santriwati korban pemerkosaan oleh terdakwa Herry Wirawan (HW) mengajukan restitusi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Ada tiga poin yang diajukan para korban kepada terdakwa yang harus dibayarkan oleh terdakwa HW.

Abdanev Jopa, Tenaga Ahli Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan mengatakan pembahasan dalam ruang sidang banyak mengenai restitusi atau permohonan ganti kerugian dari para korban.

"Sebagai korban di PP 43/2017, tentang turunan UU perlindungan anak dimungkinkan para anak korban mendapatkan ganti keruguan restitusi," ujar Abdanev, usai sidang, Kamis (6/1/2022).

Ia menjelaskan, dalam restitusi ini ada tiga komponen yang harus dipenuhi oleh terdakwa HW. Pertama, ganti kerugian atas kehilangan penghasilan atau kekayaan. Kedua penderitan yang ditimbulkan akibat tindak pidana.

"Ketiga biaya medis dan psikologis yang timbul akibat proses hukum yang sedang berlangsung ini. Tiga poin komponen itu diajukan para korban yang LPSK hutung nilai kewajaran dan diajukan ke pengadilan," katanya.

Meski begitu, Abdanev belum mau menjelaskan besaran ganti rugi yang harus dibayarkan HW kepada para korban. Ia hanya mengatakan setiap korban memiliki jumlah kerugian berbeda-beda dari satu dan lainnya.

"Nilainya mungkin nanti pas putusan. Tiap orang beda. Pertama, terkait penilaian psikologis, kebutuhan psikis dan pemulihan ke depan masing masing korban. Setiap korban kebutuhan berbeda," kata dia.

Sebelumnya, Dodi Gazali Emil, Kasipenkum Kajati Jabar mengatakan, Jaksa berencana akan memberikan tuntutan hukum pada terdakwa HW, pemerkosa 12 santriwati di Bandung pada pekan depan.

Dalam persidangan kali ini, Kejati Jabar menghadirkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Mereka dipanggil untuk ditanya mengenai pendampingan hukum pada korban.

"Agenda hari ini keterangan ahli dari LPSK saja, satu orang untuk menjelaskan penanganan korban dan sebagainya," ujar Dodi saat dihubungi.

Selanjutnya, Dodi mengatakan, kemungkinan akan ada pembacaan berkas tuntutan pada persidangan pekan depan. Setelah itu, dikatakannya, sidang akan dilanjutkan dengan replik dan duplik.

"Tuntutan sepertinya minggu depan, nanti jadwalnya akan ditentukan setelah sidang," katanya. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak Pelecehan Seksual
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top