Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Herry Wirawan Diperiksa di Persidangan Hari Ini

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Dodi Gozali mengatakan terdakwa akan diperiksa secara tertutup atas kasus pemerkosaan terhadap belasan santriwatinya.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  11:55 WIB
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Dodi Gozali (kanan)
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Dodi Gozali (kanan)

Bisnis.com, BANDUNG - Terdakwa Herry Wirawan (HW) hari ini dijadwalkan akan diperiksa di persidangan, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kota Bandung, Selasa (4/1/2022).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Dodi Gozali mengatakan terdakwa akan diperiksa secara tertutup atas kasus pemerkosaan terhadap belasan santriwatinya.

"Sidang hari ini, agendanya pemerikssan terdakwa (HW)," ucapnya saat dikonfirmasi.

Dodi mengatakan, dalam persidangan nantinya akan dilaksanakan secara virtual dengan terdakawa akan mengikuti persidangan di Rutan klas I A kebon Waru, Kota Bandung.

"Persidangannya online," singkat Dodi.

Sementara itu dalam persidangan kali ini, ia juga mengatakan bahwa, Kepala Kejati Jabar yang bertugas sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), Asep N Mulyana tak bisa hadir dikarenakan ada kegiatan lain.

"Pak Kajati (Asep N Mulyana) tidak ikut (dalam persidangan), karena beliau ada kegiatan," imbuhnya.

Herry Wirawan menjadi sorotan publik lantaran kasus pemerkosaan terhadap belasan santriwati di Pesantren Madani Boarding School, di Yayasan Pendidikan dan Sosial Manurul Huda.

Bahkan, pada persidangan sebelumnya, menurut Kajati Jabar, Asep N Mulyana mengatakan bahwa para korban telah melakukan pencucian otak kepada Santriwatinya yang menjadi korban. Sehingga lanjut dia, para korban pun turut mengikuti keinginan dari terdakawa.

Perbuatan terdakwa ini itu termasuk dalam kategori ancaman psikis. Jadi membekukan otak korban sehingga secara sukarela mau melakukan apapun yang dilakukan oleh pelaku, jadi bukan hanya trauma saja," ucapnya seusai melakukan Persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Kamis (30/12/2021) lalu. (K34)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesantren Pelecehan Seksual
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top