[HOAKS] Kabar Soal Jepang Hentikan Vaksinasi Covid-19 dan Pilih Ivermectin

Dikutip Bisnis dari Jabar Saber Hoaks pada Kamis (18/11/2021), terungkap fakta bahwa kabar tersebut merupakan hoaks. Dilansir USA Today dari Our World in Data, Jepang memberikan 574.739 dosis vaksin Covid-19 pada 27 Oktober.
vaksin Covid-19 jenis Pfizer dan Moderna buatan Amerika Serikat/inquirer.net
vaksin Covid-19 jenis Pfizer dan Moderna buatan Amerika Serikat/inquirer.net

Bisnis.com, BANDUNG — Kabar dan narasi yang beredar di media sosial yang menyebut Jepang menghentikan vaksinasi Covid-19 lebih memilih menggunakan Ivermectin untuk menghentikan penyakit Covid-19 dalam waktu semalam dipastikan adalah hoaks.

Narasi yang beredar tersebut mengutip dari artikel diterbitkan Hal Turner Radio Show pada 27 oktober 2021. Artikel ini kemudian disebar ke berbagai platform media sosial. "Japan drops vax rollout, goes to Ivermectin, ENDS COVID almost overnight" judul pada artikel.

Dikutip Bisnis dari Jabar Saber Hoaks pada Kamis (18/11/2021), terungkap fakta bahwa kabar tersebut merupakan hoaks. Dilansir USA Today dari Our World in Data, Jepang memberikan 574.739 dosis vaksin Covid-19 pada 27 Oktober. Per 31 Oktober, Jepang telah mendistribusikan lebih dari 189 juta dosis sejak meluncurkan program vaksinasi pada Februari.

The Japan Times melaporkan vaksin Covid-19 dari Moderna, AstraZeneca, dan Pfizer semuanya disetujui untuk digunakan di Jepang. Menteri kesehatan Jepang, Norisha Tamura, mengatakan kepada wartawan, "Apa pun alasannya (untuk bahan asing), kami telah mendengar bahwa tidak ada masalah keamanan atau lainnya."

Selain itu, masih disitat dari sumber yang sama, Ivermectin tidak terdaftar sebagai pengobatan yang disetujui untuk virus oleh badan farmasi dan alat kesehatan Jepang, sebuah organisasi pemerintah yang bertanggung jawab untuk meninjau obat-obatan dan perangkat medis.

“Klaim bahwa Jepang menghentikan vaksinasi Covid-19 dan lebih menggunakan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 adalah salah. Faktanya hingga saat ini, Negeri Matahari Terbit itu tetap melakukan vaksinasi Covid-19,” lansir Jabar Saber Hoaks.

Jepang memang sempat menangguhkan penggunaan 1,63 juta suntikan vaksin Covid-19 buatan Moderna pada September setelah kontaminan ditemukan dalam botol vaksin. Tetapi negara itu tidak pernah berhenti memberikan vaksin Covid-19, seperti yang diklaim. Pemerintah Jepang juga tidak pernah menyetujui Ivermectin untuk mengobati virus.

Informasi ini masuk jenis kategori Manipulated Content.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper