Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Industri Digital Meningkat, Kominfo Perkuat Masyarakat Digital

Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aptika Kominfo Boni Pudjianto mengatakan pemerintah melalui upaya digital nation, berupaya memperkuat ekosistem digital demi memperkuat perekonomian nasional.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 10 November 2021  |  18:28 WIB
Anugerah Indonesia Entrepreneurm TIK (IdenTIK)
Anugerah Indonesia Entrepreneurm TIK (IdenTIK)

Bisnis.com, BANDUNG - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menilai ekosistem industri digital di Indonesia kini terus merangkak naik. Hal tersebut ditandai dengan terus bertambahnya Unicorn dan juga Start Up setiap tahunnya.

Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aptika Kominfo Boni Pudjianto mengatakan pemerintah melalui upaya digital nation, berupaya memperkuat ekosistem digital demi memperkuat perekonomian nasional.

Untuk membangun digital nation ini kata dia, membutuhkan fundamental yakni infrastruktur digital dengan ditopang tiga pilar utama, yaitu pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital.

Hal tersebut dikatakan Boni saat Anugerah Indonesia Entrepreneurm TIK (IdenTIK), di Trans Hotel Bandung, Rabu (10/11/2021).

"Dalam kegiatan kita hari ini kita mengonsentrasikan bagaimana masyarakat digital ini tumbuh dan berkembang, kita mendorong agar peran masyarakat untuk membangun kecakapan digitalnya semakin lebih baik, dengan program IdenTIK ini, agar generasi muda berperan dalam menumbuhkan industri digital dengan karya-karyanya," jelas dia.

Dengan cara ini, ia berharap negara bisa hadir dalam mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan perusahaan rintisan ini agar bisa berkembang pesat.

"Yang perlu diperhatikan juga, kita mendorong dengan program memberikan akselerasi start up dari dasar," jelasnya.

Ia menilai, membangun merupakan keniscayaan yang harus didorong. Kominfo sendiri diakuinya memiliki banyak program untuk mendorong tumbuh berkembangnya start up semenjak dini, karena menurutnya berdasarkan riset sudah dibuktikan bahwa negara yang maju itu yang memiliki jumlah start up yang signifikan.

"Kurang lebih 4-6 persen, kita masih belum mencapai itu untuk start up nya, kita harus mendorong agar ekonomi kita bisa tumbuh lebih baik," jelasnya.

Selanjutnya, pihaknya juga fokus membangun ekosistem industri digital dengan memperkenalkan dunia start up dari tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk membangun awarness para generasi muda terkait potensi yang sangat besar untuk berkarir di dunia start up.

"Kita memberikan awarness, dengan menyebarkan informasi kepada generasi muda lewat sekolah beta, jika generasi sudah mengenal start up kita akan perkenalkan program 1.000 start up digital, di sini kita lakukan di 20 kota seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, mewakili provinsi dan menjadi hub-nya, tujuannya untuk memperkenalkan generasi muda untuk mempersiapkan start up industri," jelasnya.

Dari 198 karya anak bangsa yang telah mendaftar dalam kompetisi IdenTIK Tahun 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Direktorat Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika memberikan apresiasi kepada 18 Karya Terpilih anak bangsa yang terbagi ke dalam 6 kategori, yaitu sebagai berikut:

Kategori Public Sector: Cirebon Siaga 112; JakLapor – Privacy by Default; dan MyPaJaLe (My Padi Jagung Kedelai)
Kategori Private Sector: Quipy; RadMed; dan TokoIG
Kategori Digital Content: Kryative Maker Set (Project-based Blended Learning); Morphoo; dan Petualangan Tura
Kategori Corporate Social Responsibility: MyCap: AI Based Caption; Noisy Box dan APOCI (Automatic Pond Circulation)
Kategori Startup Company: Dorent.id; Learning Management System builder; dan Enevti
Kategori Research and Development: Snepy!; Cody Kit; dan MARS

Seluruh karya terpilih akan mendapatkan plakat serta piagam dari panitia dan menjadi bagian dari data repositori karya TIK nasional.
Untuk 5 karya terpilih khusus kategori startup company akan mendapatkan tambahan fasilitas mentoring dan pemanfaatan teknologi AWS senilai USD 25.000 dari HUB.ID x AWS serta bagi startup company yang memenuhi syarat, dapat mengikuti tahapan program Startup Studio Indonesia batch 4 pada tahun 2022, klik link berikut untuk mengetahui informasi terkait Startup Studio Indonesia http://startupstudio.id/

Seluruh Karya Terpilih IdenTIK Tahun 2021 telah melewati proses seleksi dan kurasi oleh Dewan Juri yang terdiri dari: Prof. Eko K. Budiardjo (Fasilkom-Univ. Indonesia), Shita Laksmi (TIFA Foundation), Jurike V. Moniaga (Univ. Bina Nusantara), Prof. Yudho Giri Sucahyo (ISOC Indonesia-Jakarta Chapter), Leontinus Alfa Edison (Aspiluki), Barry Simorangkir (Citra Optima), dan Partono Rudiarto (Inixindo). (K34)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top