Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anggaran Rp5,3 Miliar untuk Bangun Rumah Warga Terdampak Longsor di Cilawu Garut

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mengatakan, pemerintah daerah sudah membeli lahan seluas 6.400 meter persegi senilai Rp1,8 miliar.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 28 Juli 2021  |  10:53 WIB
Pemerintah Kabupaten Garut menggelontorkan dana sebanyak Rp5,3 miliar untuk pembangunan puluhan rumah warga di Kampung Cigadog, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu yang rusak akibat terdampak bencana longsor pada Februari 2021.
Pemerintah Kabupaten Garut menggelontorkan dana sebanyak Rp5,3 miliar untuk pembangunan puluhan rumah warga di Kampung Cigadog, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu yang rusak akibat terdampak bencana longsor pada Februari 2021.

Bisnis.com, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut menggelontorkan dana sebanyak Rp5,3 miliar untuk pembangunan puluhan rumah warga di Kampung Cigadog, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu yang rusak akibat terdampak bencana longsor pada Februari 2021.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mengatakan, pemerintah daerah sudah membeli lahan seluas 6.400 meter persegi senilai Rp1,8 miliar. Sementara, sisanya anggaran sebanyak Rp3,65 miliar untuk pembangunan rumah warga terdampak.

"Ada 73 rumah yang dibangun. Masing-masing sekitar Rp50 juta, dengan catatan bahwa lahan sebelumnya itu tidak boleh lagi dimanfaatkanuntuk kepentingan membangun tempat tinggal," kata Nurdin di Kabupaten Cirebon, Rabu (28/7/2021).

Nurdin mengatakan, pemerintah juga membangunan sejumlah fasilitas umum yaitu masjid dan akses jalan. Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut sangat penting untuk masyarakat.

Warga terdampak, Piat (52) mengatakan, pembangunan tersebut harus segera dilakukano oleh pemerintah daerah, sehingga bisa kembali menjalani aktivitas secara normal.

"Ucapkan terimakasih kepada pemerintah, mudah-mudahan bisa cepat," katanya.

Sebelumnya, bencana longsor terjadi di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu. Kejadian tersebut terjadi selama beberapa hari hingga Senin (22/2/2021), sehingga puluhan orang terpaksa mengungsi.

Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, bencana pada awal tahun itu berdampak kepada 90 kepala keluarga (KK) atau 308 jiwa dari dua kampung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), peristiwa nahas itu akibat terkikisnya tanah oleh jalur air. Pihak tersebut sudah rekomendasikan pemerintah daerah memindahkan jalur air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top