Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Corona Klaster Pabrik Sepatu Cianjur, Pengusaha Segera Diajak Bicara

Ada empat perusahaan di wilayah tersebut, yang beberapa orang karyawannya terpapar Covid-19 dan sudah menjalani isolasi mandiri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Juli 2021  |  22:34 WIB
Corona Klaster Pabrik Sepatu Cianjur, Pengusaha Segera Diajak Bicara
Pekerja pabrik menyelesaikan proses produksi sepatu. Ilustrasi. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, CIANJUR - Pemkab Cianjur, Jawa Barat, segera memanggil pimpinan perusahaan di daerah itu untuk mengatasi penularan Covid-19 yang ditemukan di pabrik sepatu terbesar di Jalan Raya Bandung-Cianjur, yaitu enam orang karyawan positif corona setelah tes usap antigen.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur, dr Yusman Faisal di Cianjur Kamis (1/7/2021), mengatakan pihaknya menemukan ada empat perusahaan di wilayah tersebut, yang beberapa orang karyawannya terpapar Covid-19 dan sudah menjalani isolasi mandiri.

"Berapa jumlah yang terpapar masih didata karena sebagian besar dimasukkan dalam data masyarakat umum. Namun informasi di lapangan sudah empat perusahaan yang karyawannya terpapar Covid-19, sedangkan yang sudah pasti PT PYI terdapat enam orang positif," katanya.

Untuk mengantisipasi terus meluas dan bertambahnya karyawan pabrik yang terpapar, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan terhadap pimpinan dan pengelola perusahaan, untuk melaporkan kondisi kesehatan seluruh karyawan setiap pekan.

Selama ini, tutur dia, gugus tugas kesulitan mendapatkan data pasti berapa banyak karyawan sudah menjalani tes cepat dan usap serta mendapatkan vaksinasi di masing-masing perusahaan karena sebagian besar melakukan hal tersebut secara mandiri menggunakan klinik swasta.

"Kita berharap jangan sampai terjadi klaster pabrik, sehingga perlu dilakukan kordinasi dengan pimpinan dan pengelola perusahaan, agar saat terjadi penularan dapat ditangani dengan cepat dan penelusuran dapat dilakukan maksimal," katanya.

Pihaknya juga mengimbau agar pihak perusahaan menerapkan prokes ketat terhadap seluruh karyawan dan melakukan pembatasan kegiatan, sehingga tidak terjadi kerumunan, termasuk mengatur jadwal masuk dan pulang tidak sekaligus.

"Kami minta pihak perusahaan untuk menerapkan prokes ketat terhadap karyawan, termasuk mengatur jadwal masuk dan pulang agar tidak terjadi kerumunan, sebagai upaya memutus rantai penyebaran," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jabar cianjur Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top