Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masa Pandemi, Jumlah Nasabah PNM Melonjak

Sekretaris Perusahaan PT PNM Errinto Pardede mengatakan pihaknya memiliki tugas khusus dalam upaya pemberdayaan dan pengembangan UMKM di Indonesia. Masyarakat pun dapat memperoleh pembiayaan usaha dari BUMN ini.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  20:05 WIB
Diskusi PNM bersama media di Bandung hari ini - Bisnis/Wisnu Wage
Diskusi PNM bersama media di Bandung hari ini - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG — Pelaku Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) yang menjadi nasabah BUMN PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bertambah meski situasi masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Sekretaris Perusahaan PT PNM Errinto Pardede mengatakan pihaknya memiliki tugas khusus dalam upaya pemberdayaan dan pengembangan UMKM di Indonesia. Masyarakat pun dapat memperoleh pembiayaan usaha dari BUMN ini.

BUMN yang berdiri pada 1999 ini, mengalami penambahan nasabah selama pandemi, dari awalnya sekitar 6 juta nasabah pada awal pandemi di April 2020, kemudian bertambah menjadi 9,5 juta pada 2021 se-Indonesia.

Di Jawa Barat, kini terdapat 1.980.000 nasabah PNM. Dari 625 kecamatan di Jabar, PNM sudah hadir untuk membina masyarakat di 604 kecamatan di antaranya.

Dengan nasabah utamanya ada di Bogor, Bandung, Garut, dan Tasikmalaya. Di Jawa Barat sendiri sebelum pandemi terdapat 1,4 juta nasabah, namun kini hampir 2 juta nasabah.

"Makanya tim PNM sekarang bertambah jadi 53.000 orang. Sebelum pandemi baru sekitar 30 ribuan. Selama pandemi kita rekrut 12.000 karyawan. Nasabah saat krisis April 2020, levelnya 6 juta, dalam satu tahun bertambah nasabah jadi 9,5 juta," kata Pardede dalam kegiatan diskusi di Bandung, Kamis (10/6/2021).

PNM pun memperkenalkan inovasi layanan pinjaman modal untuk usaha mikro dan kecil dengan pembiayaan langsung bagi perorangan dan badan usaha melalui Unit Layanan Modal Mikro (PNM ULaMM).

PNM ULaMM dilengkapi dengan pelatihan, jasa konsultasi, pendampingan, serta dukungan pengelolaan keuangan dan akses pasar bagi nasabah.

Seiring perkembangan usaha, PNM juga meluncurkan layanan pinjaman modal untuk perempuan prasejahtera pelaku usaha Ultra mikro melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar). PNM Mekaar dikuatkan dengan aktivitas pendampingan usaha dan dilakukan secara berkelompok.

“Pada dasarnya, nasabah PNM Mekaar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha, namun terbatasnya akses pembiayaan modal kerja menyebabkan keterampilan berusaha mereka kurang termanfaatkan,” tuturnya.

Beberapa alasan keterbatasan akses tersebut meliputi kendala formalitas, skala usaha, dan ketiadaan agunan. Oleh karena itu, PNM menerapkan sistem kelompok tanggung renteng yang diharapkan dapat menjembatani kesenjangan akses pembiayaan sehingga para nasabah mampu mengembangkan usaha dalam rangka menggapai cita-cita dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Manfaat yang disalurkan oleh PNM melalui layanan PNM Mekaar, meliputi peningkatan pengelolaan keuangan, pembiayaan modal tanpa agunan, penanaman budaya menabung, dan kompetensi kewirausahaan dan pengembangan bisnis.

"Jika ULaMM memberikan pembiayaan untuk UMKM antara Rp 20 juta hingga Rp150 juta, dalam program Mekaar, ibu-ibu prasejahtera mendapat pembiayaan mulai dari Rp2 juta. Kita lakukan pembinaan supaya lebih pintar dan maju," katanya.

Program Mekaar ini, katanya, mengutamakan pemberian modal kepada kaum ibu dengan alasan kaum ibu ini lebih cermat dan keterampilan dalam mengelola keuangan dan bisnis. Mereka pun mendapat bimbingan dan pelatihan dari tim PNM dalam mengembangkan usahanya.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Mekaar Endang Nurjani mengatakan masih banyak masyarakat terjebak oleh pinjaman rentenir sampai pinjaman online tak berizin. Padahal tidak sedikit masyarakat yang membutuhkan pinjaman untuk keberlangsungan usahanya.

"Makanya kita di sini bukan hanya memberikan pembiayaan, tapi pendampingan kepada masyarakat. Bukan yang hanya sudah punya usaha yang bisa dapat pembiayaan, tapi yang gagal usaha karena pandemi, dan belum punya usaha," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pnm
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top