Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepala Daerah di Jabar Jangan Buat Keputusan Sendiri Terkait Mudik Lebaran

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan kepada seluruh kepala daerah di Jawa Barat untuk tidak membuat keputusan sendiri terkait larangan mudik lebaran 2021.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 29 April 2021  |  15:33 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil - Bisnis
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil - Bisnis

Bisnis.com, CIREBON - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan kepada seluruh kepala daerah di Jawa Barat untuk tidak membuat keputusan sendiri terkait larangan mudik lebaran 2021.

Ridwan Kamil atau Emil menyebutkan kalau pemerintah daerah menggulirkan keputusan secara masing-masing dan tidak sesuai dengan kebijakan pusat, perkembangan kasus Covid-19 dikhawatirkan semakin meluas.

"Tidak selesai-selesai karena banyak improvisasi dari bawah yg tidak satu nafas dengan pemerintah provinsi atau pusat," kata Emil di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Kamis (29/4/2021).

Emil mengatakan, Jawa Barat saat tidak lagi menyisakan zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19. Tren tersebut jangan terganggu karena adanya libur panjang mudik lebaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan kepada pemerintah daerah, supaya menjalankan intruksi. Larangan mudik ini berlaku semua untuk masyarakat, tidak terkecuali.

"Tidak ada dispensasi kepada siapapun kecuali tugas negara atau tugas kedinasan. Di luar itu, yang muda maupun orangtua mohon agar menahan diri dulu agar kita bisa mengendalikan kasus Covid," kata Emil.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo menyebutkan, 18,9 juta orang diprediksi nekat melakukan perjalanan mudik.

"Artinya 7 persen penduduk di Indonesia berniat melakukan mudik. Itu seperti yang dikatakan oleh bapak presiden Joko Widodo," kata Doni.

Doni mengatakan, pihaknya mengajak untuk membuat strategi simpul mulai dari pemerintah pusat hingga kelurahan, dimana imbauan larangan mudik harus dilakukan secara personal kepada masyarakat melalui tokoh agama, budayawan, dan tokoh berpengaruh lainnya.

Pemudik yang nekat melakukan perjalanan mudik, tidak menjamin akan terbebas dari Covid-19 meskipun sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan Covid-19.

"Tidak ada jaminan mereka aman atau negatif terus. Selama perjalanan mungkin mereka menyentuh bagian tertentu pasti. Setelah pulang cipika cipiki dengan orangtua, takutnya menjadi carrier," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Mudik Lebaran
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top