Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warga Jatinangor Keluhkan Dampak Proyek Tol Cisumdawu

Warga berharap proyek tol Cisumdawu segera diselesaikan agar aktivitas masyarakat dan pengendara di Jatinangor tidak terhambat.
Kim Baihaqi
Kim Baihaqi - Bisnis.com 13 April 2021  |  11:25 WIB
Kendaraan melintas di sekitar proyek tol Cisumdawu - Bisnis/Kim Baihaqi
Kendaraan melintas di sekitar proyek tol Cisumdawu - Bisnis/Kim Baihaqi

Bisnis.com, SUMEDANG - Warga Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengeluhkan dampak langsung pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu.

Proyek tol tersebut sampai saat ini masih terus berjalan.

Adapun, dampak pembangunan tol Cisumdawu adalah rusaknya sebagian jalur arteri di kawasan Jatinangor, kemacetan, debu beterbangan, hingga getaran akibat pengoperasian alat berat.

Rizki Abdullah, 40, warga Kecamatan Jatinangor menyebutkan aktivitas pembangunan tersebut seringkali menghambat laju kendaraan.

Keluar masuknya kendaraan ke lokasi proyek, seringkali menyebabkan kemacetan.

Kendaraan melintas di sekitar proyek Tol Cisumdawu./Bisnis-Kim Baihaqi

Ia berharap proyek tersebut segera diselesaikan, sehingga aktivitas masyarakat dan pengendara di Jatinangor tidak terhambat.

"Mendekati perbatasan antara Sumedang-Bandung, setiap waktu pagi dan sore selalu padat. Belum lagi debu yang beterbangan," kata Rizki di Kabupaten Sumedang, Selasa (13/4/2021).

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan, pihaknya berupaya mempercepat pembangunan tol Cisumdawu dan ditargetkan selesai pada akhir 2021.

"Kami percepat pula pembebasan lahan," kata Basuki.

Tol Cisumdawu terdiri atas enam seksi dengan progres pekerjaan konstruksi berbeda-beda. Seksi 1 Cileunyi-Rancakalong (11,45 km) progres pekerjaan mencapai 71,59 persen, seksi 2 Rancakalong-Sumedang (17,35 km) 91,13 persen, seksi 3 Sumedang-Cimalaka (4,05 km) 100 persen.

Kemudian, seksi 4 Cimalaka-Legok (8,20 km) site clearing 39,71 persen, seksi 5 Legok-Ujungjaya (14,9 km) site clearing 38 persen, dan Seksi 6 Ujungjaya-Dawuan (6,06 km) seksi 6A 25 persen dan seksi 6B 2,3 persen.

Jalur bebas hambatan tersebut, memiliki panjang 60,10 kilometer dan bakal terkoneksi ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang sudah mulai beroperasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cisumdawu sumedang Jatinangor
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top