Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Larangan Mudik Lebaran 2021, Ridwan Kamil Sebut Ini Kepentingan Bersama

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan siap mendukung kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 09 April 2021  |  17:53 WIB
Sejumlah petugas gabungan dari Kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan berjaga di checkpoint penyekatan arus mudik/ - ANTARA
Sejumlah petugas gabungan dari Kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan berjaga di checkpoint penyekatan arus mudik/ - ANTARA

Bisnis.com, GARUT - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan siap mendukung kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.

Menurutnya kebijakan tersebut pastinya sudah dipertimbangkan dengan matang oleh Pemerintah Pusat berkaca pada liburan panjang yang terjadi selama ini.

"[Saya] sepakat mudik ditahan dulu untuk mengendalikan angka Covid-19." kata Ridwan Kamil usai Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Kabupaten Garut, Jumat (9/4/2021).

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan berkaca pada momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru lalu, terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Bahkan, akibat masyarakat nekat untuk berkegiatan di luar rumah atau bahkan pulang kampung, okupansi rumah sakit mencapai 80 persen.

Sementara itu, Emil menyebut saat ini tren kasus Covid-19 sedang menurun. Sehingga diharapkan larangan ini benar-benar akan dipatuhi masyarakat dan laju sebaran Covid-19 di Jawa Barat bisa semakin ditekan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto mengaku kebijakan ini memang akan berdampak pada perekonomian di Jawa Barat.

Menurutnya kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 oleh Pemerintah Pusat pastinya sudah dipertimbangkan secara matang untuk kepentingan yang lebih luas.

Apabila mudik diizinkan, pastinya akan berdampak pada roda transaksi berjalan hingga ke daerah. Namun yang harus diiingat, dampak selanjutnya yang terjadi adalah kemungkinan kasus Covid-19 juga akan ikut-ikutan meningkat.

"Belajar dari pengalaman lalu (libur Natal dan Tahun Baru), kasus meningkat, akibatnya malah lebih parah bagi perekonomian," ucap dia.

Sehingga ia menilai kebijakan ini memang menjadi kebijakan jangka panjang. Sehingga ia mendukung instruksi pemerintah pusat ini.(k34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top