Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ridwan Kamil Cemas Proteksi Bahan Baku Vaksin Ganggu Produksi Vaksin Biofarma

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku khawatir dengan isu proteksi bahan baku vaksin yang dilakukan oleh negara produsen.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 09 April 2021  |  13:26 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku khawatir dengan isu proteksi bahan baku vaksin yang dilakukan oleh negara produsen.

Menurutnya isu ini membuat distribusi dari negara pemasok bahan baku vaksin terkendala contohnya India yang mengeluarkan kebijakan proteksi.

“Ini Kemenlu sedang melobi hingga mudah mudahan tidak terganggu suplai ke kita. Sehingga Biofarma yang punya kaspasitas ratusan juta dosis itu bahannya jangan sampai terhenti,” katanya, Jumat (9/4/2021).

Meski begitu pihaknya berharap pasokan vaksin Covid-19 tetap bisa berjalan dengan baik. Apalagi, saat ini program vaksinasi massal terus digenjot memenuhi target mencapai 100.000 penyuntikan tiap pekan.

Pihaknya mencatat realisasi vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat saat ini mencapai 62.000 per pekan. Jumah itu dinyatakan tertinggi jika dibandingkan dengan seluruh daerah di Indonesia.

“Untuk ukuran realisasi (vaksinasi Covid-19), Jabar ini paling tinggi di Indonesia. Tapi, untuk ukuran kami belum puas karena faktor populasinya besar, hampir 50 juta jiwa. Kami ingin target 100.000 penyuntikan tiap pekan,” ujarnya.

Karena itu pihaknya mengajak perusahaan swasta menyelenggarakan vaksinasi massal. Kolaborasi perlu dilakukan semua pihak dalam menyukseskan vaksinasi Covid-19 hingga tercapai standar herd immunity.

"Pengusaha swasta juga yuk bergabung untuk membuat sentra vaksinasi massal agar herd immunity tercapai,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top