Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Ramadan, Ketersediaan Kebutuhan Pokok di Purwakarta Aman

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kabupaten Purwakarta mengintensifkan koordinasi bersama beberapa stakeholder guna pengendalian laju inflasi menjelang bulan puasa dan hari raya lebaran.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 01 April 2021  |  17:38 WIB
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika

Bisnis.com, PURWAKARTA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kabupaten Purwakarta mengintensifkan koordinasi bersama beberapa stakeholder guna pengendalian laju inflasi menjelang bulan puasa dan hari raya lebaran.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika yang dalam hal ini bertindak sebagai Ketua TPID di wilayah ini menuturkan, berdasarkan laporan yang diterima dari organisasi perangkat daerah (OPD), hingga saat ini harga sejumlah komoditas yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat relatif cukup aman.

“Sampai saat ini, cenderung masih aman, meski memang ada beberapa komoditas sayuran yang distribusinya terganggu. Karena kita masih mengandalkan pasokan dari luar seperti cabai rawit, cabai merah,” ujar Anne, Kamis (1/4/2021).

Dari hasil rapat kordinasi, lanjut Anne, untuk kebutuhan pokok hewani seperti telur dan ayam potong juga masih memiliki tingkat harga yang aman. Apalagi, stok di beberapa industri dan peternak ayam potong di wilayahnya masih memadai.

“Untuk kebutuhan daging sapi pun masih stabil, harganya masih di angka Rp110.000 sampai dengan Rp120.000 per kilogram,” jelas dia.

Adapun untuk pasokan gas elpiji bersubsidi yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengupayakan agar dilakukan penambahan kuota khusus dua bulan menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri.

“InsyaAllah pasokan gas elpiji bersubsidi aman,” tegas dia.

Anne menambahkan, pihaknya pun telah merancang operasi pasar di beberapa wilayah guan membantu meningkatkan daya beli masyarakat. Tentu dalam operasi pasar nanti diatur tidak sampai menimbulkan kerumunan mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Sudah ada perencanaan, kita akan mempersiapkan operasi pasar bersama bulog dan DKUPP setempat,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Bupati Purwakarta itu juga menyampaikan imbauan kepada ASN untuk tidak ‘ngabuburit’ pada saat bulan Ramadan. Hal ini sejalan dengan adaptasi kebiasaan baru 5M yang salah satunya mengurangi mobilitas atau kerumunan guna memutus penyebaran Covid-19.

“Saya imbau masyarakat, termasuk ASN yang ada untuk mengurangi mobilitas. Ini menjadi bagian upaya kita untuk mencegah dan mengurangi kerumunan orang,” pungkasnya. (K60)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top