Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setahun Lebih Covid-19 Begini Kondisi UKM di Bandung

Ketua Kadin Bandung dan Wakil Ketua Pelaksana Harian Satgas Pemulihan Ekonomi Kota Bandung Iwa Gartiwa mengatakan saat ini data menunjukan bahwa sekitar 120 juta orang atau 88,9 persen tenaga kerja justru diserap oleh UKM bukan bisnis-bisnis besar.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 27 Maret 2021  |  19:28 WIB
Ilustrasi Virus Corona (Covid/19)
Ilustrasi Virus Corona (Covid/19)

Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bandung mendata 88 persen usaha mikro kini telah kehabisan dana kas, sementara 60 persen usaha mikro kecil terpaksa mengurangi jumlah karyawannya untuk bisa bertahan di tengah pandemi.
 
Ketua Kadin Bandung dan Wakil Ketua Pelaksana Harian Satgas Pemulihan Ekonomi Kota Bandung Iwa Gartiwa mengatakan saat ini data menunjukan bahwa sekitar 120 juta orang atau 88,9 persen tenaga kerja justru diserap oleh UKM bukan bisnis-bisnis besar.
 
"Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat bisnis UKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian di Indonesia dan bisa membantu bangkitnya kembali pertumbuhan ekonomi nasional setelah pandemi ini mereda," katanya melalui siaran pers, Sabtu (27/3/2021).
 
Untuk itu, ada sejumlah program untuk pemulihan usaha kecil yang dilakukan salah satunya dengan menggandeng pemerintah setempat dan pelaku usaha.
 
Salah satunya perusahaan penyedia layanan pendukung Social Commerce Avana Indonesia membantu proses digitalisasi UKM agar dapat menemukan peluang yang lebih luas lagi dan beradaptasi dengan tuntutan kebutuhan konsumen yang semakin meningkat. 
 
Avana mengembangkan berbagai teknologi unggulan sebagai penunjang bisnis UKM lokal, diantaranya dengan menyediakan website toko online yang bisa terhubung dengan Instagram Shopping, integrasi chat, manajemen reseller, dan lainnya.
 
Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, pelaku UKM yang biasanya memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) terbatas pun bisa dengan mudah menjual produk-produk mereka secara online melalui website maupun media sosial. 
 
Chief Strategy Officer Avana Indonesia Farid mengatakan untuk mengasah kemampuan digital pelaku UKM, pihaknya juga secara rutin mengadakan pelatihan digitalisasi baik secara offline maupun online yang bisa diikuti oleh pelaku bisnis dari seluruh Indonesia. 
 
Hingga kini, pelatihan offline telah diadakan di kota Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Pandemi Covid-19 ini pun memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian Kota Bandung. 
 
Adapun pada tahun lalu pertumbuhan ekonomi Kota Bandung turun menjadi minus 2,29 persen dari 6,75 persen pada 2019.
 
"Agar dapat membantu pelaku UKM secara lebih luas lagi, kami bekerjasama dengan Pemerintah Kota dan Satgas Pemulihan Ekonomi Kota Bandung untuk mengadakan berbagai program pelatihan bertemakan digitalisasi bisnis yang diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis UKM," katanya.
 
Menurut Farid situasi pandemi ini justru bisa dimanfaatkan oleh pelaku UKM untuk mulai beralih ke media online dalam mengembangkan bisnis mereka. Untuk mendukung perekonomian lokal, Avana selaku social commerce enabler akan berkomitmen untuk membantu pelaku UKM untuk bisa berjualan online secara mudah melalui website maupun media sosial serta memanfaatkan puluhan teknologi canggih guna mempermudah pengelolaan toko online mereka.
 
Avana memiliki visi misi untuk bisa membantu pelaku UKM mengoptimalkan bisnis mereka secara online melalui website maupun media sosial seperti Instagram, Facebook, Whatsapp, LINE hingga Telegram. 
 
Saat ini Avana telah membantu lebih dari 100.000 pelaku usaha di Indonesia, Malaysia dan Singapura.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm bandung
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top