Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

550 Tenaga Medis Asal Karawang Divaksin Sinovac

Sedikitnya 550 tenaga kesehatan asal Kabupaten Karawang mengikuti vaksinasi Covid-19 Sinovac untuk tahap kedua.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 03 Februari 2021  |  14:22 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, KARAWANG - Sedikitnya 550 tenaga kesehatan asal Kabupaten Karawang mengikuti vaksinasi Covid-19 Sinovac untuk tahap kedua.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang Fitra Hergyana mengatakan Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menggelar vaksinasi massal untuk tenaga medis.

"Vaksinasi ini sasarannya baru ke tenaga medis," ujar Fitra, Rabu (3/2/2021).

Ia mengatakan dari 550 tenaga medis tersebut, terbagi dari 250 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas. Serta, ‎300 tenaga kesehatan dari RSUD Karawang.

Ia juga memastikan BOR atau Bed Occupancy Rate di Karawang masih memadai. Ditambah jumlah pasien yang sembuh juga kian hari kian bertambah.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Karawang Acep Jamhuri mengatakan tim satgas tengah melakukan pemetaan wilayah terlebih dahulu. Tujuannya, untuk menentukan zona mana saja yang menjadi penyebaran virus. Selain itu, tenaga medis jangan ditugaskan di lapangan dan biarkan fokus saja menangani para pasien.

Berdasarkan, catatan pihaknya ada lima dari 30 kecamatan yang berada di urutan tertinggi penyebaran Covid-19. Yakni, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, Klari, dan Kecamatan Kotabaru.

Karena itu, pihaknya meminta para camat untuk lebih bekerja keras bersinergi bersama TNI/Polri dan perangkat desa dalam upaya penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.

"Nanti ada wacana para camat dan perangkat desa dibantu dengan personil TNI/Polri untuk sukarela menjadi tenaga tracing," ujarnya.

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 melakukan pemetaan terhadap lokasi yang akan diterapkan PSBM. Kemudian, melakukan pembaharuan pelacakan, menentukan lokasi cakupan PSBM, melakukan edukasi, dan mentukan lokasi isolasi pasien positif atau dalam pengawasan yang tidak memiliki tempat tinggal yang layak.

"Satgas juga harus bermusyawarah dengan pihak desa/kelurahan, kepala dusun, RT, dan RW untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, dan menyiapkan sarana serta prasarana penerapan protokol kesehatan," jelas Acep. (K60)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karawang
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top