Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dugaan Pungli Ke Keluarga Korban Covid-19 di TPU Cikadut, Ini Reaksi Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat RIdwan Kamil memastikan kabar pungutan liar yang dilakukan oknum di pemakaman khusus korban Covid-19 di TPU Cikadut, Kota Bandung tidak boleh terjadi.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  16:51 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat RIdwan Kamil memastikan kabar pungutan liar yang dilakukan oknum di pemakaman khusus korban Covid-19 di TPU Cikadut, Kota Bandung tidak boleh terjadi.

Ridwan Kamil mengatakan normalnya tidak ada pungutan apapun bagi warga yang menjadi korban Covid-19 dan dimakamkan di sana.

“TIdak ada pungutan ya kecuali yang melakukan itu adalah tidak mewakili resmi pemerintah kota atau kabupaten atau provinsi,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Senin (25/1/2021).

Menurutnya pungutan liar tersebut bisa jadi datang dari inisiatif warga sekitar, namun apapun bentuknya dia menilai pungutan tersebut memberatkan.

“Nanti akan saya cek ke pemeritah Kota Bandung,” katanya.

DIa menilai harusnya urusan pungutan ini bisa ditangani secara komprehensif oleh fasilitas pemerintah. Karena itu dia mengaku tidak mengetahui jika ternyata di lapangan ada pungutan. “Harusnya tidak terjadi,” pungkasnya.

Sebelumnya Sekda Kota Bandung Ema Sumarna memastikan seluruh prosesi penguburan jenazah Covid-19 di Kota Bandung, ditanggung pemerintah atau gratis. Pihaknya juga akan menelusuri dugaan pungutan liar tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil Covid-19
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top