Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WJIS 2020: Jaswita Jabar Gaet Investor di 4 Proyek Strategis

Sebelumnya, Jaswita Jabar menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan PTPN VIII terkait pengelolaan kawasan wisata Ciater yang disaksikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 18 November 2020  |  13:52 WIB
PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) aktif menggaet mitra strategis dalam event West Java Investment Summit 2020
PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) aktif menggaet mitra strategis dalam event West Java Investment Summit 2020

Bisnis.com, BANDUNG — PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) aktif menggaet mitra strategis dalam event West Java Investment Summit 2020 yang digelar di Hotel Savoy Homann Bandung sejak Senin (16/10/2020) dan Selasa (17/11/2020) kemarin.

Sebelumnya, Jaswita Jabar menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan PTPN VIII terkait pengelolaan kawasan wisata Ciater yang disaksikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Selain MOU dengan PTPN VIII, pada WJIS 2020 Jaswita Jabar juga menawarkan empat proyek strategis di berbagai lokasi di Jawa Barat. Ke empat proyek investasi tersebut adalah pembangunan hotel kapsul di Jl Ambon No 18 Kota Bandung senilai Rp7,2 miliar.

Lalu, pembangunan pasar kreatif Cikutra di Jl. Cikutra no 70 Kota Bandung senilai Rp212 miliar, Pembangunan kawasan ekowisata Hejo Forest di Ciwidey Rancabali senilai Rp6,5 miliar, serta pembangunan pondok seni Pangandaran senilai Rp12,9 miliar.

Direktur Utama PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) Deni Nurdyana Hadimin mengatakan empat proyek investasi yang ditawarkan Jaswita Jabar ini seluruhnya merupakan proyek unggulan untuk mendukung pengembangan pariwisata di Jawa Barat.

“Tawaran investasi di empat proyek ini, sejalan dengan apa visi pembangunan Jawa Barat yaitu menjadikan pariwisata sebagai gerbong pembangunan ekonomi, dan juga selaras dengan visi Jaswita Jabar untuk menjadikan Jaswita Jabar sebagai perusahaan unggulan di bidang pariwisata pada tahun 2025 mendatang,” ungkapnya, Rabu (18/11/2020).

Keempat proyek ini ditambahkan Deni, ditawarkan kepada investor dengan model pendanaan berupa pinjaman lunak, kemitraan strategis, maupun investasi langsung. Skema bisnisnya pun bervariasi; mulai dari pengelolaan langsung oleh Jaswita Jabar maupun kerjasama pengelolaan dengan mitra investor.

Semua proyek ini menurut Deni ditawarkan kepada investor karena tidak mungkin ke-empat proyek ini dibiayai sendiri oleh Jaswita, “Dalam kondisi perekonomian yang terdampak Covid, salah satu opsi pembiayaan yang paling memungkinkan adalah dengan mengundang investor untuk bersama-sama membangun proyek pendukung pariwisata ini bersama-sama,” jelasnya.

Jaswita Jabar juga melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) di antaranya dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat terkait Pengembangan dan pengelolaan Pondok Seni Pangandaran Jawa Barat, Perjanjian Kerahasiaan (Non Disclosure Agreement) antara Jaswita Jabar dengan PT. Kinerja Pay Indonesia untuk pembangunan proyek di kawasan Jawa Barat; Kerjasama Pembangunan Proyek di Kawasan Jawa Barat, dan perjanjian pendahuluan kerja sama pengembangan dan pengelolaan Hejo Forest Eco Tourism antara JSW - PT Bina Wana Lestari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WJIS
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top