Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

408 Wisatawan di Jabar Reaktif Covid-19, Mayoritas dari Luar Provinsi

Sekitar 14.000 orang yang berwisata ke Jabar menjalani tes cepat Covid-19 dan 408 orang dinyatakan reaktif.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 November 2020  |  09:21 WIB
Petugas medis mengambil sampel darah wisatawan saat rapid test di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020). Rapid test dan swab test yang digelar Satgas Covid-19 Pemkab Bogor dilakukan secara acak di tiga titik sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran Covid-19 dari wisatawan pada cuti bersama dan libur Maulid Nabi Muhammad SAW. ANTARA FOTO - Yulius Satria Wijaya
Petugas medis mengambil sampel darah wisatawan saat rapid test di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020). Rapid test dan swab test yang digelar Satgas Covid-19 Pemkab Bogor dilakukan secara acak di tiga titik sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran Covid-19 dari wisatawan pada cuti bersama dan libur Maulid Nabi Muhammad SAW. ANTARA FOTO - Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Ribuan pengunjung yang berwisata ke Provinsi Jawa Barat pada saat cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhir pekan lalu menjalani tes cepat atau rapid test Covid-19.

Sekitar 14.000 orang yang berwisata ke Jabar menjalani tes cepat Covid-19. Hasilnya, sebanyak 408 wisatawan dinyatakan reaktif berdasarkan hasil tes cepat.

"Sepanjang libur panjang pekan kemarin, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan pengetesan Covid-19 di sejumlah destinasi wisata. Dari sekitar 14 ribu pengetesan, hasilnya ada 408 wisatawan reaktif berdasarkan rapid test," kata Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil di Bandung, Senin (2/11/2020).

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan ada 15 kabupaten kota yang menjadi fokus pengetesan Covid-19 dan selama libur panjang pun, pengawalan dilakukan di lalu lintas padat baik jalan tol maupun non tol.

"Yang reaktif 408 wisatawan. Langsung diusap (swab), karena uji lab antre, belum ada hasilnya. Asumsi terburuk, sebanyak itu yang positif Covid-19. Namun, dari pengalaman tidak 100 persen yang positif," ujarnya.

Sementara itu, dari sisi peta zona risiko Covid-19 di wilayah Jabar, Kang Emil mengatakan berdasarkan hasil evaluasi, Kota Bekasi masuk dinyatakan sebagai zona merah penyebaran virus, setelah beberapa pekan lalu zona merah adalah Kota Depok.

Walaupun dinyatakan zona merah, Kang Emil menuturkan Kota Bekasi berada di ranking pertama dari segi penanganan Covid-19 dan penilaiannya berdasarkan kapasitas testing, tracing, treatment, kapasitas rumah sakit, pencegahan, hingga tata kelola.

"Jadi skor tertinggi ada di Kota Bekasi, kedua adalah Kota Bogor, ketiga Kota Cimahi, keempat Kota Bandung dan kelima Kota Cirebon. Saya berharap daerah lain terus memperbaiki kinerja penanganan Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani menambahkan beberapa destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan saat libur panjang pekan lalu adalah kawasan Puncak, Bogor, Pantai Pangandaran, Sukabumi dan Cianjur.

"Semua data hasil rapid test sudah masuk. Kemudian kita juga melakukan penyelidikan epidemiologi dengan menggunakan google form," kata Berli.

Menurutnya, mayoritas 408 wisatawan yang reaktif Covid-19 tersebut merupakan warga dari luar Provinsi Jabar.

"Daerah Jakarta (mayoritas) sudah pasti, ya, karena memang paling banyak terutama di daerah Puncak kemarin," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jabar Virus Corona Covid-19 rapid test

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top