Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik Usai Luhut Turun Tangan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan terdapat beberapa perkembangan yang baik dalam penanganan Covid-19 usai Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan memimpin koordinasi.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 27 September 2020  |  11:47 WIB
Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid/19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid/19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Bisnis.com,BANDUNG—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan terdapat beberapa perkembangan yang baik dalam penanganan Covid-19 usai Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan memimpin koordinasi.

Ridwan Kamil memaparkan saat ini terdapat tiga daerah Zona Merah (Risiko Tinggi) di Jabar, hanya satu dari wilayah Bodebek yakni Kota Bekasi, sementara dua lainnya adalah Kabupaten Karawang dan Kota Cirebon.

Selain itu, Ridwan Kamil memaparkan bahwa tingkat kematian akibat Covid-19 (case fatality rate) di Jabar menurun. Angka kesembuhan (recovery rate) pun meningkat.

“Sebelum ada koordinasi dari Pak Menko itu, (tingkat kematian akibat Covid-19) di Jabar 2,4 persen, sekarang di angka 1,88 persen. Recovery rate sebelumnya di angka 53 persen, sekarang sudah membaik menjadi 59 persen (58,91 persen) dan ini sudah membaik secara umum," kata Ridwan Kamil, Minggu (26/9/2020).

“Kondisi ini tentu menjadi penyemangat bagi tim yang sekarang dikoordinasikan oleh Pak Menko,” tambahnya dalam rakor yang juga dihadiri Kepala BNPB, Gubernur DKI Jakarta, Kapolda Jabar, Pangdam III/Siliwangi, dan para kepala daerah lain se-Jabodetabek ini.

Terkait pergerakan masyarakat, ia menjelaskan bahwa meski terdapat penurunan pergerakan di destinasi wisata dan hotel di Jabar imbas pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta, pihaknya terus memantau pergerakan dan kepadatan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Saya instruksikan kepada Kapolda dan Pangdam untuk melalukan kegiatan inspeksi pengurangan kepadatan di zona-zona tempat makan dan cafe,” ujar Ridwan Kamil.

Ia pun menegaskan bahwa Gugus Tugas Jabar terus fokus memantau kawasan industri, termasuk mendorong perusahaan untuk melakukan pengetesan PCR secara mandiri terhadap karyawannya.

Ridwan Kamil juga melaporkan kondisi rumah sakit di Jabar. Dari laporan 320 rumah sakit rujukan Covid-19 se-Jabar saat ini keterisian tempat tidur ruang isolasi Hijau (untuk pasien dengan gejala ringan) adalah 46,24%, Kuning (gejala sedang) sebesar 62,61%, dan Merah (gejala berat) sebesar 50,92%. Sementara untuk keterisian IGD mencapai 19,04% dan ICU sebesar 39,59%.

Dari jumlah tersebut, 10 rumah sakit yang merawat terbanyak pasien Covid-19 didominasi oleh rumah sakit di wilayah Bodebek.“Wilayah Bodebek menjadi paling banyak dalam menangani kasus Covid-19 sebesar 80 persen," kata Ridwan Kamil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Virus Corona
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top