Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penggelapan Rental Mobil di Masa Pandemi Marak

Kasus penggelapan mobil rental tercatat mulai marak di masa pandemi Covid-19.
Ketua Umum Buser Rentcar Nasional (BRN) Sulaiman Zuhri/Bisnis-Wisnu Wage
Ketua Umum Buser Rentcar Nasional (BRN) Sulaiman Zuhri/Bisnis-Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG — Kasus penggelapan mobil rental tercatat mulai marak di masa pandemi Covid-19.

Ketua Umum Buser Rentcar Nasional (BRN) Sulaiman Zuhri mengatakan temuan pihaknya mayoritas mobil rental yang digelapkan berupa kasus digadai.

"Setiap hari biasanya kita terima tiga aduan. Nah sejak pandemi peningkatannya (kasus) 25 persen. Sekarang tiap hari ada, ini berdasarkan data BRN nasional," ujarnya, Senin (24/8/2020).

Jika dirata-rata, pihaknya mencatat selama setahun tercatat ada 1.000 laporan tentang penggelapan mobil rental. Menurutnya kondisi ini membuat para pengusaha dilanda kekhawatiran.

"Setahun kurang lebih 1.000 kasus. Penggelapan itu gak ada musimnya. Apalagi saat ini kondisi Covid, ya naik. Banyak yang secara ekonomi gak tau mau ngapain, ngambil kesempatan disitu," ujarnya.

Untuk mengatasi keresahan itu, BNR pun mengkonsolidasi para anggotanya yang kini berjumlah 700 pengusaha rental mobil se-Indonesia untuk saling membantu secara sukarela alias gratis mencari kendaraan yang digelapkan.

Saat ini, BNR tengah menjalani tur ke wilayah Sumatera untuk memperkuat jaringan dan konektivitas sesama para pengusaha rental mobil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper