Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kota Bandung Hadirkan SEJUK Dorong Pertumbuhan Koperasi

Pemkot Bandung mendorong penerapan SEJUK sebagai media digitalisasi yang meningkatkan kerja sama antarkoperasi.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  21:23 WIB
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana./Bisnis - Dea Andriyawan
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana./Bisnis - Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG – Dalam upaya memulihkan ekonomi, Pemkot Bandung menghadirkan Sistem Ekonomi Jaringan Usaha Koperasi (SEJUK).

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menjelaskan SEJUK merupakan media digitalisasi yang meningkatkan kerja sama antarkoperasi di Kota Bandung.

Melalui sistem ini memungkinkan mempertemukan koperasi yang memiliki barang atau jasa dengan koperasi yang memerlukan menggunakan metode belanja bersama.

“Mudah-mudahan lewat aplikasi ini transaksi bisa semakin ditingkatkan di tengah pandemi Covid-19,” ucap Yana pada Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, memang perlu kreasi dan inovasi dari pemerintah maupun koperasi untuk memfasilitasi pemulihan serta pengembangan ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM).

Sektor UMKM dan koperasi bisa berkembang apabila ada cbantuan pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Jika stimulus yang diberikan oleh pemerintah pusat dimanfaatkan untuk membeli produk lokal berupa barang dan jasa UMKM indonesia, saya optimis itu bisa menggerakan sektor perekonomian khususnya koperasi dan UMKM," jelas Yana.

Sementara itu, Sekretaris Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, Rully Y. Indrawan mengatakan saat ini masyarakat khususnya koperasi dan UMKM harus mengoptimalkan teknologi informasi untuk menumbuhkan, mengembangkan, dan memulihkan perekonomian.

Hadirnya SEJUK membuat Kota Bandung menjadi barometer bagi daerah lain dalam setiap pengembangan kreasi dan inovasinya.

“Semoga menjadi acuan bagi pemerintah kabupaten ataupun Kota lainnya. Hasilnya dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM,” tuturnya.

Menurutnya, dengan sarana teknologi informasi, koperasi bisa menjadi kekuatan aggregator bagi para pelaku UMKM. Untuk itu, dia mengajak para pelaku UMKM untuk tidak putus asa dan tetap berusaha memulihkan ekonomi melalui program stimulus yang diberikan oleh pemerintah pusat saat pandemi Covid-19.

“Pemerintah pusat akan mendukung dengan kebijakan dan membuka seluas-luasnya pasar bagi pelaku UMKM dan koperasi,” ucapnya.

Rully mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan kepada pelaku usaha di daerah salah satunya melalui program bantuan modal kerja yang dikhususkan untuk UMKM.

“Untuk pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang belum pernah mempunyai akses ke perbankan, ditargetkan sebanyak 12 juta pelaku usaha dapat menerima bantuan tersebut,”  ungkapnya.

Untuk mengakomodasi 64 juta UMKM di Indonesia, Rully mengatakan pemerintah berencana membantu pengembangan koperasi yang ada di daerah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koperasi kota bandung
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top