Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Tingkat Jabar Disetop, Ridwan Kamil Minta Daerah Tak Main-main

Saat ini beberapa daerah yang turun dari Zona Biru menjadi Zona Kuning menjadi cermin bahwa kedisiplinan dan kewaspadaan harus tetap tinggi dan tidak boleh lengah meski memasuki kegiatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  19:51 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (tengah)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (tengah)

Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta daerah tidak mengendorkan pengawasan protokol kesehatan meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional di luar kawasan Bodebek sudah dihentikan.

Ridwan Kamil mengatakan saat ini beberapa daerah yang turun dari Zona Biru menjadi Zona Kuning menjadi cermin bahwa kedisiplinan dan kewaspadaan harus tetap tinggi dan tidak boleh lengah meski memasuki kegiatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Ini menjadikan contoh bahwa (daerah) tidak boleh main-main, kewaspadaan tidak boleh lengah," kata Kang Emil di Gedung Sate, Bandung, Senin (29/6/2020).

Sementara terkait PSBB di Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek), Kang Emil menjelaskan, PSBB di lima daerah tersebut mengikuti DKI Jakarta dan masih tetap berlaku hingga 2 Juli 2020.

"PSBB Jabar saya tegaskan masih ada yaitu Bodebek hingga 2 Juli. Setelah itu akan kita evaluasi karena laporan per minggu ini virus masih berputar di wilayah tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Gugus Tugas Jabar terus mengejar target 100 persen pengetesan masif di pasar, objek wisata, dan terminal/ stasiun sebagai tiga titik paling rawan selama AKB.

Saat ini, Kang Emil mengatakan bahwa kapasitas tes di Jabar sudah mencapai 2.000 per hari sehingga dalam seminggu ini pengetesan usap metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menyentuh angka 14 ribu. Totalnya, sudah ada 78.108 tes metode PCR yang dilakukan di Jabar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar New Normal
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top