Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan CFD Dago Belum Diizinkan Meski Masuki Fase AKB

Pemerintah Kota Bandung belum mengizinkan penyelenggaraan Car Free Day (CFD) untuk mencegah kerumunan orang yang dapat memicu penyebaran Covid-19.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  14:03 WIB
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana (kanan)
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana (kanan)

Bisnis.com, BANDUNG - Meski sudah mnjalani Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Pemerintah Kota Bandung belum mengizinkan penyelenggaraan Car Free Day (CFD). Hal tersebut untuk mencegah kerumunan orang yang dapat memicu penyebaran Covid-19.

“Lokasi favorit masyarakat Kota Bandung itu Dago. Tanpa CFD saja kerumunannya luar biasa. Sepeda, orang berolah raga masih euforia seolah-olah ini sudah normal,” tegas Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Minggu (28/6/2020).

Oleh karena itu, Pemkot Bandung masih harus menutup sejumlah jalan agar tidak terjadi kerumunan orang.

“Makanya kita tutup jalan, ini memberikan pesan meski sudah AKB tetapi masih di tengah pendemi. Terpenting jaga standar protokol kesehatan,” tegasnya.

Untuk pengawasannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan akan memantau sejumlah jalan.

“Dishub dan Satpol PP turun. Untuk tindakan tegas tidak ada, kita mengimbau saja,” ujar Yana.

Sementara itu, Yana mengatakan untuk saat ini, sarana olahraga di luar ruangan sudah diperbolehkan beroperasi. Hanya saja untuk gelaran kompetisi atau turnamen belum diperbolehkan.

“Sarana out door sepak bola, itu boleh. Yang belum boleh kompetisi atau pertandingan, karena ada peluang penonton,” katanya.

Meski demikian, Yana menyarankan agar dilakukan simulasi terlebih dahulu agar bisa diketahui bagaimana protokol kesehatan yang baik agar keamanan selama berolahraga bisa terjamin.

“Kita minta untuk simulasi dan menerapkan standar protokol,” katanya‎. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung New Normal
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top