Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Jabar Tak Diperpanjang

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya memutuskan untuk tidak memperpanjang PSBB karena angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat sudah di bawah angka 1 dalam enam minggu terakhir.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  12:34 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG—Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional tingkat provinsi Jawa Barat tidak akan diperpanjang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya memutuskan untuk tidak memperpanjang PSBB karena angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat sudah di bawah angka 1 dalam enam minggu terakhir.

Dalam standar World Health Organization (WHO), angka satu itu bisa dianggap terkendali. Lalu, tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 berada di angka 27 persen.

“Seluruh Jawa Barat hari ini tidak ada lagi PSBB, sudah diputuskan kita semuanya 100 persen melakukan AKB (adaptasi kebiasaan baru),” katanya di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (26/6/2020).

Meski PSBB dihentikan Ridwan Kamil menegaskan dalam masa AKB tidak membuat kewaspadaan menurun. Pengawasan lebih ketat akan diprioritaskan di tingkat desa atau kelurahan.

Pemerintah kota kabupaten pun bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk jika kembali mengajukan penerapan PSBB di wilayahnya.

“Khusus unutk wilayah Bodebek, PSBB tetap merujuk pada kebijakan DKI Jakarta yang masih berlaku hingga 2 Juli 2020,” ia melanjutkan.

Di sisi lain, ia mengaku ingin menggerakkan perekonomian. Ia tidak ingin ada lonjakan pengangguran yang terjadi atau pertumbuhan perekonomian di Jawa Barat minus pada akhir tahun.

Dia juga memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus pada pengetesan masif di wilayah yang potensinya tinggi dalam penyebaran virus. Di antaranya, pasar tradisional, tempat wisata, rumah ibadah hingga tempat transit pergerakan orang seperti terminal, stasiun hingga bandara.

“Beban hanya tiga hal saja, pasar, pariwisata dan yang ketiga adalah titik berangkat terminal dan stasiun, ini akan mengiringi 627 ambulance yang diubah jadi mobil covid tes,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, pihak pemerintah akan bekerjasam dengan instansi lain. Ia mencontohkan upaya kolaborasi seperti dengan pengetesan masif bersama BIN akan terus dilakukan.

“Bersama BIN, dari kemarin sampai besok akan ada pengetesan kepada masyarakat di gedung sate dan (upaya kolaborasi dengan instansi lain) akan diteruskan di wilayah Jabar lainnya. BIN dalam kegiatan tes masif ini menyediakan prosedur rapid tes, jika ada yang reaktif, dalam waktu yang bersamaan ada dua mobil dengan mesin PCR yang bisa melakukan Swab,” kata dia.

Sementara itu, Staf Khusus Kepala BIN, Mayjen TNI Suyanto mengatakan bahwa kerjasama dengan gugus tugas di Jabar merupakan instruksi Kepala BIN untuk melaksanakan rapid tes dan swab massal di berbagai daerah.

“Kepala BIN meminta kami untuk melakukan kegiatan 3 hari di jabar, kemarin, hari ini dan besok. kami juga membawa mobil laboratorium unit, jadi ketika ada yang reaktif, langsung dilaksanakan swab sehingga hasilnya langsung terlihat,” kata dia.

“Kami membawa 40 orang tenaga medis dan dokter, dibantu Binda 15 orang. Diharapkan dengan kegiatan ini bis amemutus mata rantai penyebaran covid yang ada di jabar ini. Pelaksanaan di tempat lain akan kami komunikasikan dengan gugus tugas,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top