Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelajah Segitiga Rebana: Produksi Ikan di Gebang Mekar Cirebon tak Terdampak Covid-19

Selama pandemi Covid-19, perajin ikan di Gebang Mekar mampu memproduksi ikan asin sebanyak dua ton setiap harinya.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  10:58 WIB
Produksi ikan asin di Gebang Mekar Cirebon - Bisnis/Hakim Baihaqi
Produksi ikan asin di Gebang Mekar Cirebon - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Perajin ikan asin di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku, pandemi Covid-19 yang terjadi selama beberapa bulan terakhir ini, tidak menghambat proses produksi.

Di Desa Gebang Mekar tepatnya 200 meter dari bibir Pantai Baro Gebang, tampak sejumlah perajin ikan asin tengah melakukan aktivitas penjemuran ikan langsung di bawah matahari menggunakan alas anyaman bambu.

Seorang perajin ikan asin, Darmanto (37), mengatakan, selama pandemi Covid-19, ia bersama anggota perajin dalam kelompok yang sama mampu memproduksi ikan asin sebanyak dua ton setiap harinya.

Darmanto menambahkan, jumlah produksi tersebut sama dengan sebelum masa pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia.

Namun pada saat cuaca tidak bersahabat atau mengalami gelombang besar di Perairan Cirebon, jumlah produksi mengalami penurunan karena sebagian besar nelayan berhenti mencari ikan.

"Awalnya itu empat ton, namun setelah dijemur menyusut menjadi dua ton. Normal-normal saja tidak ada pengaruh sama sekali," kata Darmanto saat ditemui tim Jelajah Segitiga Rebana di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Kamis (25/6/2020).

Jenis ikan asin andalan para perajin di Desa Gebang Mekar yakni, ikan teri dan tanjan. Untuk ikan teri, dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram, sedangkan ikan tanjan Rp18.000 per kilogram.

Omzet yang didapatkan setiap harinya mencapai Rp50 juta.

Darmanto mengatakan, ikan asin tersebut sebagian besar dipasarkan di sejumlah pasar tradisional wilayah Cirebon, Majalengka, Indramayu, dan Kuningan (Ciayumajakuning)‎.

"Sisanya baru disuplai ke Jakarta, terus di Jakarta tidak ada penutupan. Sehingga tidak penumpukan barang, makannya produksi tidak mengalami penurunan," katanya.

Perajin lainnya, Yusuf (34), menyebutkan, selama pandemi Covid-19 pun pemilik tempat produksi ikan asin pun tidak merumahkan para perajin atau pun memotong upah harian.

"Satu hari tetap Rp50 ribu, belum pernah kurang, alhamdulillah," katanya.

Jelajah Segitiga Rebana II kembali bisa terlaksana dengan dukungan dari banyak pihak, di antaranya, Pemprov Jabar, Pemkab Majalengka, Bank BJB, PT Migas Hulu Jabar (MUJ), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, BIJB, Disparbud Jabar, JNE, XL dan Telkomsel. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Segitiga Rebana
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top