Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Orang Anggota Keluarga Sopir Bus di Majalengka Dinyatakan Negatif Covid-19

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka menyatakan, empat orang anggota keluarga dari sopir bus yang mengidap Covid-19 tersebut dinyatakan negatif. Hal tersebut berdasarkan hasil tes swab beberapa waktu lalu.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 07 Juni 2020  |  14:43 WIB
4 Orang Anggota Keluarga Sopir Bus di Majalengka Dinyatakan Negatif Covid-19
Tes swab untuk memeriksa virus corona (Covid-19) di rongga hidung. - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, CIREBON - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka menyatakan, empat orang anggota keluarga dari sopir bus yang mengidap Covid-19 tersebut dinyatakan negatif. Hal tersebut berdasarkan hasil tes swab beberapa waktu lalu.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Kabupaten Majalengka, Alimudin, mengatakan, hasil tes swab tersebut keluar Kamis (4/6/2020) dari laboratorium Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Kota Cirebon.

"Majalengka masih aman dari penyebaran klaster lokal. Saat ini kami masih menunggu hasil tes swab kondektur yang akan keluar pada hari ini," kata Alimudin di Kabupaten Majalengka, Minggu (7/6/2020).

Diberitakan sebelumnya, seorang sopir bus di Majalengka dinyatakan positif Covid-19. Diketahui, berasal dari Kecamatan Rajagaluh yang berusia 52 tahun. Pasien diduga berasal dari imported case kluster Jakarta.

Pasien saat ini diisolasi di RSUD Kabupaten Majalengka untuk mendapatkan perawatan intensif. Diketahui, orang tersebut tertular pada 21 Mei.

Selain itu, pada Selasa sore (2/6/2020), tim gugus tugas melakukan pemeriksaan tes polymerase chain reaction (PCR) kepada lima orang di Desa Sadomas, Kecamatan Rajagaluh.

Lima orang tersebut yaitu, istri, dua orang anak, saudara, dan satu kondektur bus.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka sudah memerintahkan Pemerintah Desa Sadomas di Kecamatan Rajagaluh, untuk menerapkan karantina mandiri.

Hal tersebut dilakukan karena berdasarkan riwayat perjalanan, sopir itu sempat berbaur dengan banyak orang meskipun sopir itu secara fisik dalam keadaan baik dan tidak memiliki gejala klinis.

Selain itu, dilakukan agar Desa Sadomas tidak menjadi transmisi lokal penyebaran Covid-19, sehingga jumlah kasus penyebaran semakin meningkat. (K45)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

majalengka
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top