Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jumlah Pemudik ke Sumedang Melonjak saat Malam Takbiran dan Hari Raya Idulfitri

Pemerintah Kabupaten Sumedang mengungkapkan terjadi lonjakan pemudik yang datang ke Sumedang saat malam takbiran dan Idulfitri, meskipun pemerintah pusat telah mengimbau agar masyarakat tidak mudik.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  05:26 WIB
Petugas kepolisian mengarahkan calon pemudik yang terjaring razia penyekatan untuk menaiki bus yang akan membawa mereka ke Terminal Pulogebang, Jakarta, di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan oleh Polda Metro Jaya tersebut dibawa ke terminal Pulogebang untuk kemudian diarahkan kembali menuju Jakarta. - Antara Foto/Nova Wahyudi
Petugas kepolisian mengarahkan calon pemudik yang terjaring razia penyekatan untuk menaiki bus yang akan membawa mereka ke Terminal Pulogebang, Jakarta, di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan oleh Polda Metro Jaya tersebut dibawa ke terminal Pulogebang untuk kemudian diarahkan kembali menuju Jakarta. - Antara Foto/Nova Wahyudi

Bisnis.com, BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Sumedang mengungkapkan terjadi lonjakan pemudik yang datang ke Sumedang saat malam takbiran dan Idulfitri, meskipun pemerintah pusat telah mengimbau agar masyarakat tidak mudik.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta agar para petugas yang menjaga di perbatasan tetap waspada dan bekerja keras dalam melakukan pengawasan terhadap sejumlah masyarakat yang melewati jalur Sumedang.

Para petugas pun diminta untuk bersikap tegas disiplin agar penyebaran virus corona dapat ditekan dan tidak masuk ke Sumedang.

“Banyak kendaraan yang harus putar balik tidak bisa masuk karena penumpangnya tidak memiliki KTP Sumedang. Untuk warga yang memiliki KTP, harus menjalani rapid test dulu,” kata Dony dilansir dari situs resmi Pemkab Sumedang, Senin (25/5/2020).

Dia menuturkan bahwa saat menjalani rapid test Covid-19, para pengemudi yang memiliki KTP Sumedang akan dimintan untuk menginap satu hari di tempat karantina di posko perbatasan dan hari lebaran.

Adapun bagi warga yang terbukti positif akan dibawa ke Wisma Isolasi dan yang nonreaktif bisa pulang dan menjalani karantina mandiri.

Data di Gugus Tugas, jumlah Orang Dalam Risiko (ODR) atau yang masuk ke Sumedang masih menunjukan lonjakan.

Per Minggu (24/5/2020) terdapat 14.937 kendaraan masuk di cek poin perbatasan. Sebanyak sebanyak 617 kendaraan harus putar balik tidak bisa masuk Sumedang karena tidak memiliki KTP Sumedang.

Adapun jumlah orang yang masuk Sumedang sebanyak 4.304 orang. Sementara itu, pada hari Sabtu (23/5/2020) tercatat sebanyak 3.898 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top