Netty Sebut Pemerintah belum Masif Terkait Virus Corona

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Komisi IX, Netty Prasetiyani, menyebutkan, pemerintah masih belum mampu menyampaikan informasi menenangkan terkait novel coronavirus atau virus corona dari Kota Wuhan, China.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  15:40 WIB
Netty Sebut Pemerintah belum Masif Terkait Virus Corona
Netty Prasetiyani - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Komisi IX, Netty Prasetiyani, menyebutkan, pemerintah masih belum mampu menyampaikan informasi menenangkan terkait novel coronavirus atau virus corona dari Kota Wuhan, China.

Netty menyampaikan, keluhan tersebut disampaikan oleh wakil rakyat kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beberapa waktu lalu, terutama mengenai penegakan informasi benar dan tepat terkait virus corona yang ramai sejak 31 Desember 2019.

"Pemerintah belum mengeluarkan informasi yang menenangkan, mengedukasi antara fakta dan hoaks. Contoh, kurma harus dicuci dan handphone xiaomi menularkan corona. Bila diserap masyarakat dengan literasi rendah pasti sangat berdampak," kata Netty saat ditemui di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (10/2/2019).

Netty menyebutkan, manajemen komunikasi pemerintah masih terbilang rendah. Sehingga belum mampu menyampaikan baik melalui televisi negara atau swasta.

Seharusnya, kata Netty, pemerintah harus semaksimal mungkin menyampaikan kepada masyarakat, sehingga tidak yang terprovokasi kabar hoaks.

"Misalnya, warga yang turun dari pesawat disemprot-semprot, itu kan menyebabkan timbulnya persepsi kalau itu sangat tidak manusiawi, setelah dikonfirmasi itu adalah SOP WHO dan TNI," katanya.

Terkait penyebaran virus corona, DPR RI langsung membuat dua kelompok, pertama ke bandara dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso di Tanjungpriok, Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.

Netty mengatakan, Kemenkes saat ini telah menyiapkan 100 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menjadi rujukan bila ada masyarakat yang diduga menjadi suspect corona.

"Tetapi masalahnya, yang ada di rumah sakit suroso, tidak dimiliki rumah sakit lain. Contoh rumah sakit itu memiliki teknologi yang mampu menyerap virus saat batuk," katanya. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top