Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PKEK Lepasliarkan Dua Elang Ular di Hutan Talaga Bodas Garut

Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) melepasliarkan dua elang ular (Spilornis cheela) untuk menjaga populasi elang yang saat ini terancam punah di hutan kawasan Talaga Bodas, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  19:59 WIB
Sejumlah petugas menarik tali kandang untuk melepaskan dua elang di kawasan hutan Talaga Bodas, Kabupaten Garut. - Antara
Sejumlah petugas menarik tali kandang untuk melepaskan dua elang di kawasan hutan Talaga Bodas, Kabupaten Garut. - Antara

Bisnis.com, GARUT - Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) melepasliarkan dua elang ular (Spilornis cheela) untuk menjaga populasi elang yang saat ini terancam punah di hutan kawasan Talaga Bodas, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Manajer PKEK Zaini Rakhman mengatakan, pelepasan elang di Garut sudah kesekian kalinya karena wilayah hutan Garut merupakan habitat elang yang dinilai cocok untuk menjaga populasinya.

"Pelepasliaran sengaja dilakukan di kawasan hutan Talaga Bodas karena salah satu habitat penting bagi elang di kawasan Garut dan sekitarnya," kata Zaini, Rabu (5/2/2020).

Ia menuturkan, sepasang elang yang baru dilepasliarkan itu merupakan hasil sitaan dari warga yang sebelumnya memelihara elang tersebut.

PKEK, lanjut dia, merehabilitasi dua elang tersebut untuk memulihkan kondisi kesehatannya, dan mengembalikan sifat liarnya sebelum dilepaskan ke alam bebas.

"Setelah dirawat untuk memulihkan kesehatan, kemudian dinyatakan layak untuk dilepasliarkan kembali ke alam," katanya.

Ia menyampaikan, tim PKEK tidak hanya melepasliarkan saja, tetapi melakukan pemantauan dan pengamatan aktivitas dua elang yang baru dilepasliarkan itu untuk memastikan dalam kondisi baik.

Bahkan tim PKEK, lanjut dia, sebelumnya telah membangun kandang habituasi di kawasan Lebak Gede, Talaga Bodas agar elang tersebut dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

"Proses habituasi memerlukan waktu sekitar 7 sampai 14 hari dan akan dipantau perkembangan perilakunya sehingga dapat memastikan kedua elang tersebut benar-benar layak untuk dilepasliarkan kembali ke alam," katanya.

Zaini berharap, adanya pelepasliaran elang dapat membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga habitat elang dan pentingnya keberadaan elang bagi lingkungan.

Ia menyampaikan, seluruh jenis elang di Indonesia merupakan satwa dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 dan 8 Tahun 1999 yang di antaranya larangan memelihara elang.

"Harus dijaga populasi dan habitatnya karena elang memiliki peran penting bagi lingkungan," katanya.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Ciamis, Andi Witria Rudianto menambahkan, kawasan Talaga Bodas di Garut masih bagus dan memiliki daya dukung yang baik untuk satwa liar, untuk itu cocok untuk pelepasliaran elang.

"Kita sudah dua kali lepasliarkan elang di sini dan hasilnya cukup baik," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garut

Sumber : Antara

Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top