Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program PKM Universitas Widyatama Bantu Diversifikasi Pasar Perajin Rajut Sukabumi

Dalam kesempatan kali ini, program tersebut membantu Ratu Creations, perajin sepatu rajut dari Desa Langensari, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) dalam menarik pasar yang lebih luas.
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 21 Desember 2019  |  13:38 WIB
Lilih, perajin rajut sepatu Ratu Creations asal Sukabumi, Jawa Barat. - Bisnis/Ashari Purwo
Lilih, perajin rajut sepatu Ratu Creations asal Sukabumi, Jawa Barat. - Bisnis/Ashari Purwo

Bisnis.com, BANDUNG — Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan Magister Manajemen Universitas Widyatama tahun ajaran 2019/2020 mengupayakan agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang potensial di Jawa Barat mampu mengakses pasar yang lebih besar.

Dalam kesempatan kali ini, program tersebut membantu Ratu Creations, perajin sepatu rajut dari Desa Langensari, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) dalam menarik pasar yang lebih luas. Situasi sebelumnya, Ratu Creations sangat sulit menjangkau bahan baku dan pasar.

Tim dalam Program ini terbagi tiga kelompok kerja yaitu kelompok Branding, kelompok Marketplace, dan kelompok Analisa dan Pengembangan Strategi. Masing-masing kelompok memberikan masukan kepada Ratu Creations dalam melakukan diferensiasi produk dan mendiversifikasi pasar agar mampu menembus pasar.

Ketua Kelompok Branding Ajie Jayatama mengatakan pada era revolusi industri 4.0, Ratu Creation diharapkan mampu mengakses pasar dengan strategi branding digital menggunakan media sosial dan marketplace.

“Melalui akun media sosial, Ratu mampu memperkenalkan produknya. Melalui marketplace, Ratu bisa mengakses pasar,” ucapnya kepada Bisnis, Minggu (21/12/2019).

Secara gamblang, branding Ratu Creations dilakukan dengan membuat logo yang menegaskan visi dan misi penciptaan produknya. Hal itu dilengkapi dengan strategi yang akan dikomunikasikan kepada calon konsumen agar mampu membuat keputusan pembelian. Misalnya, pembuatan flyer tentang produk rajut Ratu Creation yang dibuat oleh tangan-tangan terampil dari perempuan berdaya.

Selain itu, tim melengkapinya dengan strategi pemasaran menggunakan media sosial sehingga Ratu Creation dapat menghitung kekuatan mereka. Akses pasar dilakukan dengan cara menggambarkan produk dan latar belakang usaha tersebut.

Alur promosi melalui media sosial digambarkan dengan menganalisis pasar dan target konsumen. Tim juga menganalisis proses komepetisi yang ada dalam marketplace.

“Dengan demikian, Ratu Creations diharap mampu mengakses pasar secara online dan offline,” ujar M. Fauzi Kusumawardhana, Ketua Kelompok Marketplace.

Selanjutnya, tim menganalisis proses kompetisi yang terjadi di marketplace secara menyeluruh. Mulai dari kesanggupan mengerjakan, persaingan harga, hingga standar produk yang bakal menentukan posisi dari produk rajut Ratu Creations.

Dengan pendampingan yang dilakukan, usaha skala mikro itu diharapkan mampu berubah menjadi sebuah industri kecil yang visibel, akuntabel, dan kredibel dengan bermodalkan akses pasar yang baik.

Ketua Kelompok Analisa Mahesa Agni menambahkan jalan panjang sangat terbuka agar produk rajut Ratu Creation diterima pasar. Untuk tahap awal, perlu persiapan sumber daya dan metode kerja yang lebih baik agar Ratu Creation mampu melayani konsumen secara aktif dan masif.

Sebelum melayani pasar secara aktif dan masif, Ratu Creation sangat membutuhkan dukungan pasokan bahan baku dan modal.

“Komponen pemenuhan produksinya terlihat masih sangat minim,” tuturnya.

Sementara itu Mariana Rachmawati, Dosen Pembimbing Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Magister Manajemen Universitas Widyatama, menyampaikan investasi sosial berupa program pengabdian masyarakat perlu terus dilakukan agar Universitas Widyatama ikut berperan dalam Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Kami akan terus pantau dan berikan suplai program dan kegiatan untuk Ratu Creation. Kami sangat ingin program pengabdian ini berfungsi dan berharga bagi masyarakat,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm sepatu
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top